Innalillahi, Pejuang Kemanusiaan Solsel Tutup Usia

Almarhum Oriza
Almarhum Oriza (Kaka/KLIKPOSITIF)

SOLSEL , KLIKPOSITIF - Kabar duka datang dari Palang Merah Indonesia ( PMI ) Solok Selatan ( Solsel ). Oriza yang menjabat sebagai Sekretaris organisasi kemanusiaan itu meninggal dunia Selasa, 7 Juli 2020 sekira pukul 02.00 Wib di RSUP M. Djamil Padang karena sakit.

Almarhum dimakamkan di kampung halaman di Balai Selasa Pesisir Selatan.

baca juga: Untuk ASN dan Pejabat selama Pilkada, Jasman: Kalau Tidak Netral, Maaf Saya Tidak Bisa Menolong

Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Kabag Humas dan Protokol Firdaus Firman mengatakan Oriza adalah tokoh sentral terbentuknya PMI di daerah itu.

"Beliau orang yang baik, dengan kegigihan beliau PMI di Solok Selatan ini bisa terbentuk, kepergian Pak Oriza adalah duka bagi Solok Selatan ," kata Firdaus

baca juga: Sekolah Tatap Muka di Solsel Ditiadakan, Pelajar yang Belum Dapat Kuota Internet Gratis Diminta Melapor

Dalam memimpin PMI imbuhnya, almarhum menjalankan organisasi kemanusiaan itu bersama Plt Bupati Solsel Abdul Rahman selaku Ketua PMI .

Di Pemerintahan Oriza menjabat sebagai Kabid Statistik dan Persandian Dinas Kominfo Solok Selatan .

baca juga: Jasman : Jadi Pejabat Di Solsel Harus Tinggal dan Menetap, Kalau Tidak Mundur Saja

"Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dan menyampaikan pesan pak Plt Bupati Abdul Rahman, kami sangat berduka dan kehilangan. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran serta kekuatan," katanya.

Terpisah Ketua Bidang penanggulangan bencana PMI Solsel Dicky Lesmana mengatakan oriza bukan hanya merintis berdirinya PMI di Solsel , tetapi juga aktif dalam menjalankan organisasi itu.

baca juga: Dua Pejabat Terkomfirmasi Positif COVID-19, Hari Ini 55 Pegawai di Pemkab Solok Jalani Swab

"Tak hanya mendirikan, beliau juga aktif dalam setiap kegiatan kemanusiaan, juga sebagai penyemangat bagi relawan," katanya.

Bagi Dicky, Almarhum Oriza adalah Sosok yang bersahaja dan jadi panutan relawan.

"Mewakili rekan sesama relawan, jujur saya sampaikan dalam setiap kegiatan beliau tidak pernah terfokus pada anggaran, tak jarang beliau menggunakan dana pribadi agar kegiatan kemanusiaan tetap jalan," katanya.

Ditambahkan staf sekretariat PMI Solsel Dina, pihaknya merasa tak percaya sosok bersahaja tersebut telah dipanggil sang khalik.

"Masih terbayang nasehat beliau, bagaimana beliau mengayomi dan menyemangati kami, kini beliau telah tiada namun segala jasa dan petuahnya akan tetap dikenang. Selamat jalan bapak, semoga tenang dialam sana," katanya sambil meneteskan air mata.

Penulis: Kamisrial | Editor: Rezka Delpiera