Jalan Panjang Menjadi Dokter di Indonesia

ilustrasi
ilustrasi (Net)

KLIKPOSITIF - Ketua Ikatan Dokter Indonesia ( IDI ) Daeng M Faqih mengatakan, setidaknya ada 32 dokter Indonesia yang menjadi korban jiwa pandemi Covid-19.

Kata Daeng, tragedi tersebut merupakan pukulan telak dunia kedokteran, mengingat menjadi dokter memerlukan perjuangan panjang.

baca juga: Hanya 58 Persen Pelamar CASN Kemenag yang Memenuhi Syarat Administrasi

Ditambah lagi jumlah dokter di Indonesia yang masih sedikit untuk bisa melayani lebih dari 270 juta penduduk Indonesia.

Daeng mengatakan untuk menjadi dokter umum di Indonesia, setidaknya membutuhkan waktu minimal 6 tahun ditambah dengan magang di fasilitas kesehatan seperti Puskesmas dan rumah sakit.

baca juga: Dinilai Tambah Beban Rakyat, Politisi Gerindra Minta Migrasi TV Analog ke Digital Ditunda

"Kalau dokter umum itu sampai lulus itu sekarang minimal 5 tahun, ada istilahnya program intensif, program pemagangan ke puskesmas atau ke rumah sakit itu selama 1 tahun, jadi kira-kira minimal untuk menjadi dokter umum itu kira-kira 6 tahun," ujar Daeng saat berdiskusi di channel youtube Aagym Official, Senin (8/6/2020).

Jika seorang dokter umum ingin menjadi dokter spesialis, maka ia harus melanjutkan sekolah kembali.

baca juga: 16 Calon Anggota BPK Akan Jalani Uji Kelayakan, Politisi PKS: Penilaiannya Harus Berdasarkan Aturan Undang-undang

Tak main-main, selama sekolah spesialis para dokter tidak bisa praktik dan harus konsentrasi meneruskan sekolahnya.

"Untuk menjadi spesialis beragam, kalau spesialis seperti bedah kemudian jantung, penyakit dalam itu biasanya sekitar 4 tahun, itu kalau lancar. Jadi nggak pernah mengulang dia total kalau dijumlah dari dokter umum ke dokter spesialis sekitar 10 tahun, kalau lancar," papar Daeng.

baca juga: Indonesia Pasar Industri Game Terbesar di Asia Tenggara, Pemerintah Dorong Hal Ini

Praktik dan magang di rumah sakit ini juga kata Daeng berbeda, apalagi mereka yang sekolah dengan beasiswa dan uang negara, maka ada keharusan lebih dulu mengabdi ke daerah yang membutuhkan kehadiran dokter .

"Ada yang bisa langsung ada yang kawan-kawan kerja. Biasanya kerja dulu mengabdi dulu di daerah, apalagi yang dulu waktu sekolah dibantu pemerintah atau pemerintah daerah itu biasanya mengabdi kemudian sekolah lagi spesialis," imbuhnya.

Biasanya kata Daeng, untuk mengatasi kebutuhan biaya hidup selama menempuh spesialis, mereka akan berpraktik dulu sebagai dokter umum dan menabung baru kembali melanjutkan pendidikan.

"Jadi mungkin tanggungan jadi dokter umum dipakai untuk biaya selama menempuh spesialis untuk 4 tahun, jadi vakum tidak bekerja selama bersekolah," tutupnya.

Editor: Eko Fajri