Pedagang Pasar Payakumbuh Ajukan Sejumlah Syarat Pada Pemko Sebelum Dilakukan Swab Massal

Wakil Ketua APKL Pasar Payakumbuh, Saiful Hadi Dt. Bagindo Bosa Nan Kayo.
Wakil Ketua APKL Pasar Payakumbuh, Saiful Hadi Dt. Bagindo Bosa Nan Kayo. (KLIKPOSITIF/Taufik Hidayat)

PAYAKUMBUH , KLIKPOSITIF - Asosiasi Pedagang Kreatif Lapangan (APKL) Pasar Payakumbuh memiliki sejumlah syarat yang mesti dipenuhi Pemerintah Kota (Pemko) Payakumbuh sebelum melakukan tes massal terhadap para pedagang.

Wakil Ketua APKL Pasar Payakumbuh , Saiful Hadi Dt. Bagindo Bosa Nan Kayo menyebut, sebelum melakukan pengambilan spesimen dari pedagang, pemko harus menyampaikan apa tujuan dilakukannya swab masal tersebut.

baca juga: Jumlah Karyawan Telah Melebihi Kebutuhan, PDAM Payakumbuh Lakukan Pemetaan Potensi

"Ini harus benar-benar tuntas disampaikan ke pedagang. Karena di pasar saat ini, selain kesehatan, pedagang juga sangat khawatir dengan pemasukan yang dalam beberapa bulan terakhir menurun drastis," ujar Dt. Bagindo Bosa Nan Kayo, Kamis (4/6).

Pemko Payakumbuh , kata DT. Bagindo Bosa Nan Kayo, harus memastikan ketersediaan alat pengambilan spesimen yang sudah disterilkan, sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran dari pedagang.

baca juga: Payakumbuh Dipilih BKP RI Perwakilan Sumbar Sebagai Objek Penilaian SPBE

Tidak hanya itu, pemko juga harus memastikan bahwa segala biaya yang ditimbulkan untuk melakukan swab tes tidak dibebankan kepada pedagang alias gratis.

"Kalau diharuskan membayar biaya swab tes pastinya pedagang tidak sanggup. Para pedagang saat ini sedang kolaps karena minimnya jual beli. Apalagi dari informasi yang berkembang biaya swab tes itu sampai jutaan rupiah," katanya.

baca juga: Gaji ke-13 Segera Cair, Ini Pesan Sekda untuk ASN Pemko Payakumbuh

Ia juga meminta, agar rencana swab dari Pemko Payakumbuh ini tidak menimbulkan keresahan baru di tengah-tengah masyarakat yang bisa membuat pengunjung semakin khawatir untuk ke pasar. "Jangan sampai rencana ini membuat pasar semakin sepi," ulasnya.

Dt. Bagindo Bosa Nan Kayo berharap, ke depannya Pemko Payakumbuh bisa memberikan perhatian lebih terhadap kondisi sulit yang kini tengah dihadapi pedagang.

baca juga: Wawako Payakumbuh Ikut Goro di Rumah Warganya yang Akan Dibedah Baznas

"Sampai kapan kondisi ini akan terus berlanjut, pedagang sudah lelah denga kondisi seperti sekarang. Kami juga minta perhatian lebih dari pemko," pungkasnya.

Wacana untuk melakukan swab bebas terhadap pedagang Pasar Payakumbuh sendiri disampaikan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh , Bakhrizal, Rabu (3/6) kemarin. Menurutnya, swab bebas menjadi salah satu upaya untuk memutus mata rantai penyebaran COVID-19.

"Kasus positif COVID-19 di Kota Payakumbuh sebagian besar masih kluster pasar. Kita akan lakukan swab bebas terhadap 100 sampai 200 pedagang," jelasnya.

Dikatakannya, swab terhadap pedagang di Pasar Pusat Payakumbuh itu berdasarkan pengalaman di Pasar Raya Kota Padang yang menjadi kluster utama dengan total kasus positif COVID-19 paling banyak di Sumbar.

"Di Pasar Raya Padang lebih 220 kasus positif yang ditemukan. Itu jadi pelajaran berharga bagi kita," terang Bakhrizal. (*)

Editor: Taufik Hidayat