Buaya Muara Ditemukan di Pemukiman Warga di Padang, BKSDA Sumbar: Bukan di Habitatnya

Anak Buaya Muara yang Dievakuasi
Anak Buaya Muara yang Dievakuasi (Klikpositif/Haikal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Seekor buaya muara dievakuasi Dinas Pemadam Kebakaran Padang di Perumahan Pemda, Kelurahan Koto Lua, Kecamatan Pauh, Kota Padang, Rabu (3/6/2020) sekira pukul 09.00 WIB. Hewan dengan nama latin Crocodylus Porosus tersebut diamankan di kamar mandi warga.

Kabid Operasional Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang mengatakan, saat dievakuasi buaya muara tersebut sangat lincah karena masih tergolong anak. Menurut saksi mata di lapangan, ia melihat buaya saat hendak ke dapur dan lari ke kamar mandi.

baca juga: Cari 3 Korban Perahu Terbalik, Tim SAR 50 Kota Temukan Tas Hitam di Sungai

"Ada waktu setengah jam untuk melakukan evakuasi, warga khawatir apakah ada yang lainnya yang jelas ini kita amankan dulu," katanya di Kantor Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.

Basril menambahkan, ukuran buaya ini sepanjang 80 centimeter, berumur sekitar dua hingga tiga bulan. "Jika sudah mencapai 1,5 meter itu bisa membahayakan warga sekitar," ujarnya.

baca juga: Tiga Napi Melarikan Diri dari Lapas Kelas III Talu Pasbar, Ini Cara Mereka Kabur

Kasatwil Polhut Sumbar Sarni mengatakan, buaya muara ini diserahkan ke ahlinya di BKSDA, standar operasional prosedur (SOP) ada disana.

"Kita akan lakukan pengecekan kesehatannya dulu, bagaimana nantinya apakah dikarantina atau tidak," katanya.

baca juga: Baru Diperbaiki, Jalan Provinsi Sungai Garinggiang-Agam Kembali Terancam Amblas

Sementara itu Dansatgas BKSDA Sumbar Joni Akbar mengatakan, tempat penemuan buaya tersebut bukanlah habitat buaya ditemukan.

"Habitatnya ya di Muara atau sepanjang garis pantai. Untuk itu akan kita lakukan pengecekan langsung di lapangan apakah buaya ini peliharaan atau tidak," katanya.

baca juga: Ilmuwan Pecahkan Misteri Buaya Bertanduk Setelah Ratusan Tahun Ditemukan

Menurutnya, saat ini habitat buaya muara memang terancam atau diambang kepunahan, karena garis sepanjang garis pantai Sumbar sudah banyak dijadikan pemukiman.

"Kendalanya disana, kita mencari solusi yang baik agar tidak ada konflik antara buaya dan warga," tuturnya.

Editor: Muhammad Haikal