AP II Jalankan Protokol COVID-19 di BIM, Sejumlah Penumpang Batal Berangkat menuju Soetta

Bandara Internasional Minangkabau
Bandara Internasional Minangkabau (KLIKPOSITIF/HASWANDI)

PADANG PARIAMAN, KLIKPOSITIF -- Executive General Manager (EGM) PT Angkasa Pura II (Persero) Cabang BIM, Yos Suwagiono, sejumlah penumpang pesawat udara batal berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) Padang Pariaman tujuan Soekarno Hatta (CGK) Tangerang, Minggu (10/5/2020).

"Ada sejumlah penumpang batal berangkat dari BIM, itu hasil pemeriksaan dokumen oleh petugas di Tim Satgas COVID-19 BIM," katanya melalui keterangan tertulis yang diterima Klikpositif.

baca juga: Vaksinasi untuk Siswa Usia 6-11 Tahun di Payakumbuh Mulai Dilaksanakan

Yos menambahkan, batalnya penumpang tersebut berangkat dikarenakan tidak lengkapnya dokumen penerbangan, seperti yang dipersyaratkan pada protokol COVID-19.

Selain itu, ada juga 35 calon penumpang yg telah me-reservasi tiket malah tidak hadir di Bandara sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan.

baca juga: Israel dan AS Laporkan Kasus Flurona, Apakah Lebih Bahaya dari Covid-19 atau Flu?

Yos melanjutkan, batalnya berangkat karena penumpang tidak mempunyai document rapid / swap PCR/(no reaktif) hanya bisa melampirkan surat keterangan sehat dan di tolak oleh satgas COVID-19 BIM.

"Proses selanjutnya maskapai memfasilitasi penumpang dengan reschdule tiket, untuk memenuhi kriteria syarat pelaku perjalanan penerbangan atau refund," ujarnya.

baca juga: Austria Bujuk Masyarakat dengan Lotere Sebagai Insentif Vaksin COVID-19

Padahal calon penumpang wajib melengkapi dan menunjukkan kelengkapan dokumen perjalanan yang dibutuhkan serta mengikuti protokol pengamanan kesehatan diri. "Dokumen tidak boleh kurang oleh calon penumpang ," tuturnya.

Yos menyebutkan, data penerbangan dimaksud, 14 orang berangkat menuju CGK, 3 orang reschedule karena kelengkapan dokumen, 1 orang refund tiket dan 35 orang no show karena tidak hadir di BIM.

baca juga: Enam Kebijakan Ketat PLN, Cegah Penyebaran Covid-19

Editor: Muhammad Haikal