Masih Ada Warga Korban Longsor Malalo Tinggal di Lokasi Pengungsian

Rumah yang terkena dampak longsor di Nagari Guguak Malalo Tanah Datar
Rumah yang terkena dampak longsor di Nagari Guguak Malalo Tanah Datar (ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF - Sebagian warga yang yang rumahnya hancur atau rusak berat akibat dihantam longsor dan banjir bandang di Nagari Guguak Malalo, Kecamatan Batipuh Selatan, Tanah Datar , pada 5 April 2020 yang lalu, hingga kini masih berada di lokasi pengungsian TPA Jorong Guguak.

"Masih ada dua Kepala Keluarga (KK) yang tinggal di lokasi pengungsian, menunggu rumah yang bisa disewakan pemerintah," ucap Camat Batipuh Selatan Herru Rachman, Senin 20 April 2020.

baca juga: Banyak Nagari Keluhkan Belum Terjangkau Koneksi Internet, Ini Tanggapan Bupati Tanah Datar

Ia menjelaskan akibat longsor yang terjadi itu, ada 10 KK atau 31 orang warga Nagari Guguak Malalo yang terkena dampaknya, di samping korban meninggal dunia sebanyak 2 orang.

Herru juga menyampaikan pemerintah daerah akan mengupayakan tempat tinggal bagi seluruh KK yang terkena dampak sebelum masuk bulan puasa, termasuk perlengkapan rumah tangga agar dapat hidup normal seperti keluarga lainnya.

baca juga: Alek Pacu Jawi di Tanah Datar Kembali Digelar, Penonton Diminta Patuhi Prokes

"Selama masa tanggap darurat 14 hari setelah kejadian, seluruh warga yang berada di pengungsian dibantu kebutuhan hidupnya oleh pemerintah daerah," ucap Herru.

Disebutkan, akibat bencana longsor tersebut diperkirakan kerugian materil lebih dari Rp600 juta terdiri dari 3 rumah hancur, 2 rumah rusak sedang, dan 2 rumah rusak ringan, serta belasan hektare kebun warga rusak.

baca juga: Emersia Waterpark Dinobatkan Jadi Top Destinasi Wisata ke-13 di Tanah Datar, Ini Harapan Bupati

Berikut data nama KK dan jumlah warga yang terkena dampak longsor yaitu Rahman (1 istri dan 1 anak), Supardi (1 istri dan 2 anak), Andika (1 istri), Asli (1 istri dan 2 anak), Eti Sari Marlina (3 anak), Deo Pratama (1 istri dan 1 anak), Bidin (2 anak dan 1 cucu), Idris, Bainar (korban meninggal dunia), Zulparman (korban meninggal dunia dan meninggalkan 1 istri), dan Arlis (1 istri dan 2 anak). (*)

Penulis: Irfan Taufik | Editor: Haswandi