Ajak Semua Elemen Lawan COVID-19, Indra Catri: Jangan Provokasi, Mari Edukasi Masyarakat

Bupati Agam Indra Catri
Bupati Agam Indra Catri (Ist)

AGAM , KLIKPOSITIF - Pemkab Agam bergerak cepat dalam melakukan penanggulangan dampak Covid-19. Ketersediaan pangan masyarakat menjadi fokus yang dilakukan.

Sejak Rabu 1 April 2020, Pemkab Agam mendistribusikan bahan pangan seperti beras, garam dan sayuran bagi masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam 2019.

baca juga: DPR Minta Pemerintah Tertibkan Importir Alkes Penanganan COVID-19

"Dalam kondisi saat ini yang perlu dipastikan terlebih dulu adalah tersedianya beras yang cukup di rumah-rumah masyarakat kurang mampu," kata Indra Catri , Minggu malam 5 April 2020.

Memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat adalah salah satu langkah yang dinilai tepat di tengah pandemi Covid-19.

baca juga: WHO Sebut Ada Resiko Penyebaran COVID-19 Melalui Udara, Pemerintah: Hindari Kerumunan di Ruang Tertutup

"Bergegaslah agar penyebaran dan dampak pandemi Covid-19 cepat diatasi. Mana yang bisa dikerjakan terlebih dahulu, disegerakan tanpa harus menunggu yang lainnya rampung sempurna. Pastikan masyarakat sehat dan bagi yang terpapar Covid-19 pastikan tertangani secara benar sesuai dengan protokol kesehatan. Setelah itu baru dicarikan solusi masalah lainnya sesuai dengan urgensinya tanpa harus keluar dari koridor hukum yang berlaku," tegasnya.

Tapi apa yang dilakukan Pemkab Agam ternyata tidak sepenuhnya mendapat dukungan. Segelintir orang menilai Pemkab Agam terlalu cepat menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat. Ketika ditanya perihal itu, Indra Catri hanya tertawa dengan gestur tubuh seakan sudah memaklumi.

baca juga: Normal Baru, Pemerintah Diminta Gratiskan 'Rapid Test' untuk Masyarakat Tidak Mampu

Bupati Agam Itu balik bertanya. "Apa benar? Kalau memang benar ada yang mempertanyakan demikian, tolonglah berjelas-jelas. Pengamat macam apa dan tokoh masyarakat yang mana? Semua orang rasanya maklum kalau di Agam banyak varian tokoh masyarakatnya. Ada yang benar-benar tokoh, ada kategori nokoh, dan ada pula tokoh-tokohan. Ketokohannya ada di bidang agama, budaya, pemuda, sampai ke tokoh penggemar batu akiak," jelasnya.

"Begitu juga dengan pengamat. Jangan sampai salah mintak ubek, salah rujuk dan salah resep. Sebagai contoh, saat menghadapi ancaman Covid-19, pergilah kepada ahli kesehatan jangan pengamat sepak bola yang dimintakan pandangannya. Saat mengahadapi banjir bandang sebaiknya bukan insinyur peternakan yang dimintakan pendapat. Jadi harus pandai memilah dan memilih agar kita tidak dibikin pusing. Jangan memprovokasi, mari edukasi masyarakat. Kalau tidak, bisa hancur imunitas sosial dan individual kita dibuatnya," tambah Indra Catri .

baca juga: DLH Padang: Enam Makam di Pemakaman Khusus COVID-19 Dibongkar, Ini Alasannya

Bupati yang akrab disapa IC itu menjelaskan, pembagian sembako yang dilakukan saat ini tepat sasaran karena menggunakan data yang valid. Tindakan cepat justru sangat diperlukan saat ini.

"Kita harus pastikan secepatnya bahwa ada cadangan beras di rumah-rumah penduduk yang bisa sewaktu-waktu mengisi perut yang terancam lapar. Kita harus segera droping beras ke rumah masyarakat kategori miskin tanpa harus terjerat masalah hukum dikemudian hari," kata IC.

Pembagian sembako kepada masyarakat mengacu kepada surat edaran Gubernur Sumatera Barat 28 Maret 2020. Di mana pada Rabu lalu Pemkab Agam sudah mulai menyalurkan bantuan beras kepada masyarakat. Basisnya adalah Masyarakat yang tercatat dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kabupaten Agam Tahun 2019.

"Kita terpaksa memakai data lama karena updating data dijadwalkan akan selesai dilakukan pada bulan juli," ujarnya.

IC sadar akan terjadi gejolak di tengah masyarakat, terutama bagi yang tidak tercatat pada DTKS, namun terkena dampak ekonomi langsung dari pendemi COVID-19. Untuk itu, Pemkab Agam mencarikan skema lain untuk membantu mereka.

Caranya dengan menyalurkan bantuan langsung berupa beras dan bahan makanan lainnya. Persoalannya data pendukung yang lengkap dan akurat belum tersedia sehingga gugus tugas kecamatan dan nagari tidak dapat segera menyalurkan bantuan.

"Makanya kita tunda dulu beberapa hari ke depan tanpa harus menunda bantuan terhadap masyarakat yang tercatat dalam DTKS yang sudah jelas basis datanya," ungkapnya.

Bupati Agam dua periode itu mengaku, pihaknya sudah mensosialisasikan kepada warga bahwa yang tidak masuk dalam DTKS namun terkena dampak ekonomi langsung COVID-19, dipastikan mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Syaratnya, mereka yang kehilangan penghasilan atau menerima upah harian serta mempunyai pekerjaan harian satu jenis selain PNS/TNI/Polri/Karyawan BUMD/BUMN serta penerima program sembako. Warga yang memenuhi kriteria selanjutnya diajukan wali nagari ke Dinas Sosial Kabupaten Agam dan seterusnya Dinas Sosial akan menyalurkan bantuan beras sesuai ketentuan.

"Jadwalnya beda. Caranya adalah dengan melaporkan dan mendaftarkan diri terlebih hadulu melalui wali jorong atau wali nagari setempat. Asumsinya merekalah yang paling tahu kondisi dan alamat warganya yang terpapar dampak Covid-19 itu. Selanjutnya wali nagari akan melakukan verifikasi," katanya.

Ditambahkan oleh Indra Catri , sesuai tupoksi gugus tugas nagari, wali nagari bersama-sama dengan jorong dan timnya diharapkan agar lebih proaktif menjaring warga mereka yang berhak mendapatkan bantuan. Meski memakan waktu lama, ia meminta semua pihak bersabar.

"Pihak nagari juga diharapkan agar lebih aktif menjaring bantuan dari banyak sumber termasuk para perantau. Kita juga sangat terbantu dan berterimakasih karena kenyataannya pada beberapa tempat mereka yang terpapar tiba-tiba kehilangan sumber pendapatan juga sudah ada yang menerima bantuan dari tetangga, pengurus masjid, para donatur, LSM, dan sanak saudara mereka," pungkas IC.

Editor: Rezka Delpiera