APD Masih Jadi Persoalan Pokok Tangani Pasien COVID-19 Sumbar

Rumah Sakit Achmad Muchtar Bukittinggi (RSAM)
Rumah Sakit Achmad Muchtar Bukittinggi (RSAM) (KLIKPOSITIF/ Hatta Rizal)

PADANG, KLIKPOSITIF - Alat Pelindung Diri (APD) masih jadi masalah bagi tenaga medis Sumatera Barat dalam menangani pasien COVID-19. Hal itu diungkapkan oleh Wakil ketua tim siaga COVID-19 Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, dr Dedy Herman, saat dihubungi Jumat (27/3).

"Saat ini APD masih jadi persoalan bagi kami tenaga medis dalam merawat pasien COVID-19. APD itu seperti baju hazmat, masker dan lainnya. Selain itu, kekurangan peralatan kesehatan dan ruangan juga membuat kami kyrang maksimal dalam bekerja," katanya.

baca juga: DPR Minta Pemerintah Tertibkan Importir Alkes Penanganan COVID-19

Ia mengatakan untuk Rumah Sakit Achmad Muchtar (RSAM) Bukittinggi, saat ini hanya bisa menampung 30 sampai dengan 40 pasien. "Dan saat ini pihak kita juga akan menggunakan ruangan lain di rumah sakit untuk mengantisipasi banyaknya pasien yang akan masuk," tuturnya.

"Kesulitan tenaga medis yang dialami saat ini adalah kelelahan karena jumlah tenaga yang terbatas. Dan kita hanya takut stamina tenaga media juga menurun," jelasnya.

baca juga: WHO Sebut Ada Resiko Penyebaran COVID-19 Melalui Udara, Pemerintah: Hindari Kerumunan di Ruang Tertutup

Ia mengatakan dalam waktu dekat ada rencana yang akan dilakukan. "Rencana terdekat, seluruh dokter paru yang ada di Sumbar sebanyak 44 orang akan ditugaskan di rumah sakit pusat rujukan COVID-19, yakni Rumah Sakit Umum Pusat M. Djamil Padang (RSUP) dan Rumah Sakit Achmad Muchtar Bukittinggi (RSAM) dan perawat ke RSUP M. Djamil," katanya.

Selain tenaga medis, alat kesehatan yang menjadi masalah adalah rontgen portable yang hanya berjumlah satu buah untuk RSAM Bukittinggi. "Kita tak punya alat ini sehingga dipinjam satu buah dari Rumah Sakit Baiturrahmah Padang. Sedangkan rontgen portable untuk Rumah Sakit Universitas Andalas dipinjamkan dari Rumah Sakit Lubuk Alung," jelasnya.

baca juga: Normal Baru, Pemerintah Diminta Gratiskan 'Rapid Test' untuk Masyarakat Tidak Mampu

Dijelaskan dr Dedy Herman rontgen portable diusulkan diperbanyak. "Sebaiknya diperbanyak. Kita usulkan untuk memperbanyak alat ini agar pasien yang tak terkena COVID-19 tidak terpapar ketika penggunaan alat ini dicampur dengan pasien lain. Selain itu, rontgen portable, swab dan virus transport media," jelasnya. (*)

Editor: Fitria Marlina