Terkait Dampak Corona, Pemerintah Kaji Larangan Mudik

ilustrasi: mudik
ilustrasi: mudik (net)

KLIKPOSITIF - Staf Khusus Kemenhub Bidang Komunikasi, Adita Irawati mengatakan, saat ini pemerintah tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk memutuskan kegiatan mudik lebaran ini. Mudik yang menjadi kegiatan rutin masyarakat bisa menjadi Titik penyebaran virus corona .


"Semua tahu bahwa pengumpulan massa dihindari. Ketika bicara mudik sudah terbayang seperti apa dan terjadi pengumpulan masyarakat di beberapa titik. Tadi didiskusikan apakah mudik akan dilakukan seperti biasa atau ditinjau ulang atau dilarang itu belum diputuskan," ujar Adita dilansir dari Suara.com

baca juga: DPR Minta Pemerintah Tertibkan Importir Alkes Penanganan COVID-19

Menurut Adita, pemerintah akan buat tim kecil dalam pembahasan mudik ini. Nantinya, tim kecil itu mengadakan rapat besar dengan semua pemangku kepentingan mulai dari pelaku usaha transportasi hingga operator.

Hasilnya akan dilaporkan ke Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan yang juga sebagai Menteri Perhubungan Ad Interim. Dan Kemudian Menko Luhut juga yang menyampaikan hasil keputusan apakah mudik diperbolehkan atau tidak.

baca juga: Potensi Pasar Besar, Menperin Dorong Industri Komponen Sepeda Dibangun di Dalam Negeri

"Pada prinsipnya adalah fokusnya adalah mencegah perluasan wabah virus corona . memang akan ada beberapa keputusan yang tidak biasa kepada masyarakat. kita tunggu saja kajiannya dan disosialisasikan sesegera mungkin," ujar dia.

Meskipun misalkan mudik nantinya diperbolehkan, Adita meminta masyarakat untuk tetap menggunakan transportasi umum. Sebab, jika para pemudik menggunakan kendaraan pribadi, ditakutkan akan terjadi kemacetan yang mana kendaraan pribadi memenuhi jalan tol atau jalan nasional .

baca juga: WNA Pemerkosa 305 Anak Tewas, Polda Periksa Petugas Rutan

"Kalau mudik dengan moda dibatasi atau dilarang, nanti takutnya terjadi limpahan kendaraan pribadi yang memenuhi jalan tol, akan ada banyak hal yang dibahas nanti," imbuhnya.

Editor: Ramadhani