450 Meter Tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang - Sicincin Sudah Berwujud Jalan Tol

Pengerjaan Tol Padang-Pekanbaru
Pengerjaan Tol Padang-Pekanbaru (Istimewa)

PADANG, KLIKPOSITIF - Siapa bilang tol Padang-Pekanbaru seksi Padang - Sicincin jalan di tempat. Buktinya, secara fisik sepanjang 450 meter sudah berwujud jalan tol .

Hutama Karya Infrastruktur (HKi) sebagai pelaksana proyek prioritas nasional tersebut fokus mengerjakan STA 0 - 4,5 kilometer. Karena memang baru dititik itu bisa dilakukan pembebasan lahan.

baca juga: Masa Pandemi COVID-19, Pembangunan Tol Padang - Pekanbaru Tetap Lanjut

Progres tersebut bisa dilihat pada STA 0 tepatnya di kilometer 25 Bypas (samping kantor Hutama Karya Infrastruktur).

Pimpinan Proyek PT. Hutama Karya, Ramos Pardede menjelaskan, 450 meter itu sudah berwujud jalan tol walaupun belum dilengkapi marka jalan. Namun sudah ada penerangan jalan umum (PJU), bahu jalan dan rumput jalan.

baca juga: Tiga Ruas Tol Siap Dioperasikan Saat Mudik Lebaran Tahun 2020

"Sudah kelihatan wujudnya, marka belum karena memang masih lama pengoperasiannya," katanya beberapa hari yang lalu di Padang.

Kemudian di STA 0 akan ada persimpangan jalan 150 meter arah Bandara Internasional Minangkabau dan 150 meter arah Teluk Bayur. Persimpangan ini akan selesai pertengahan Maret 2020.

baca juga: Tol Padang-Pekanbaru, WALHI Sumbar dan Masyarakat Ingin Audiensi dengan Bupati Limapuluh Kota

"Persimpangan ini pas di jalan Bypas kilometer 25, kalau mau ke BIM dari Teluk Bayur bisa langsung terlihat," jelasnya.

Kemudian progres lain, lanjut Ramos, pekerjaan tanah sudah selesai secara keseluruhan. Hanya tinggal sekitar 800 meter saja dan tinggal eksekusi.

baca juga: Diperingati Presiden, Wagub Sumbar: Tol Padang-Pekanbaru Harus Tuntas 2024

"Dari perencanaan kami, STA 4,2 pertama selesai tahun ini. Kami berharap kepada media, bantu kami sosialisasi agar masyarakat mendukung pembangunan tol ini," pinta Ramos.

Kemudian terkait, adanya permintaan perlintasan dari masyarakat karena pembangunan tol akan membelah kampung, Ramos mengaku HKi akan mengabulkan permintaan tersebut.

"Masyarakat sudah menyurati Kementerian PUPR, PUPR memproses, kami juga ikut memproses. Awalnya kami rencana flyover, namun setelah dikaji lebih cocok underpass. Kami akan penuhi, dan berikan yang terbaik untuk masyarakat," terangnya.

Dikatakannya, ada dua underpass yang akan dibangun, keduanya berada di Nagari Kasang, Kecamatan Batang Anai, Padang Pariaman. Underpass akan dibangun berada di STA 2200 dan STA 3800.

"Underpass di Lubuk Alung sudah disetujui oleh PUPR. Kami akan berikan akses kepada masyarakat, pembangunan tol ini untuk mensejahterakan masyarakat," katanya.

Untuk diketahui, akhir Februari ini Ramos Pardede sebagai pimpinan proyek PT Hutama Karya Infrastruktur Tol Padang-Pekanbaru digantikan oleh Marthen Robert Singal (sebelumnya menjabat Pimpinan Bagian Proyek Ruas Medan-Binjai Seksi III). (*)

Editor: Joni Abdul Kasir