Lembaga Perlindungan Korban Ungkap Bagaimana CK Jadi Korban Prostitusi Anak Dibawah Umur

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

PADANG PARIAMAN , KLIKPOSITIF - Kasus prostitusi anak di bawah umur yang korbannya CK (16) di Padang Pariaman kini faktanya semakin terkuak.

Seperti diberitakan sebelumnya, CK tertangkap oleh pihak satpol PP Kota Pariaman saat berduaan dengan lelaki hidung belang beberapa hari lalu.

baca juga: Meriahkan HUT Pariaman, Pemko Gelar Lomba Foto

Berkat penangkapan tersebut, kasusnya berkembang ke ranah hukum, karena adanya dugaan perdagagan anak dibawah umur, sehingga Satpol PP Pariaman , menyerahkan kasus itu kepada pihak kepolisian Padang Pariaman .

Dari proses interogasi Lembaga Perlindungan Korban diketahui CK merupakan korban prostitusi anak di bawah umur yang di atur 'jam terbangnya' oleh mucikari yang merupakan pasutri.

baca juga: Tersengat Listrik Saat Ambil Layangan, Remaja 12 Tahun Meninggal di Padang

"Mucikari AYY yang bekerja sebagai artis saweran orgen tunggal di Padang Pariaman ," ungkap Fatmiyeti Kepala Lembaga Perlindungan Korban Tindak Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak unit Rumah Perlindungan Sosial Anak Delima Kota Pariaman , Kamis malam 13 Februari 2020.

Lantas bagaimana pertemuan antara CK dengan sang mucikari. Fatmiyeti mengulas perihal tersebut, dikatakannya CK bertemu dengan mucikari berawal dari obrolan pekerjaan.

baca juga: Ini Nomor Urut Paslon Pilkada 2020 di Pessel

"Saat itu mereka bertemu di suatu tempat yang telah dijanjikan, CK meminta agar AYY (mucikari) mencarikan pekerjaan," jelas Fatmiyeti.

Terus saat itu, kata Fatmiyeti lagi, mereka sepakat akan mempekerjakan CK di sebuah cafe.

baca juga: Ini Nomor Urut Paslon pada Pilkada Kota Solok 2020

"Dan CK di bawa oleh AYY ke Lubuak Aluang. Disana CK ditempatkan pada rumah kosan," sebutnya.

Pada saat itu, CK tak pernah membayangkan kalau dirinya akan dipekerjakan untuk memuaskan dahaga seksual pria hidung belang. Dari sanalah CK memasuki dunia layaknya "kupu-kupu malam".

Fatmiyeti juga mengatakan, CK sebelumnya tak pernah tahu dalam urusan ranjang. Hanya saja belakangan dia belajar dari gawai.

"Menurut pengakuan CK dia belajar dari gawai. Maka dari itu kami menghimbau kepada orang tua agar mengawasi anak dalam menggunakan gawai," kata dia.

Sementara itu, hingga saat ini CK masih menunggu persidangan terkait kasusnya.

Namun Fatmiyeti mengulas, nantiknya CK akan di rehab pada salah satu tempat rehabilitas di Pekanbaru Riau.

Penulis: Rehasa | Editor: Eko Fajri