Mobil Swakemudi Rawan Diretas

ilustrasi: Mobil Swakemudi
ilustrasi: Mobil Swakemudi (net)
KLIKPOSITIF

-GuardKnox , sebuah perusahaancybersecurityasal Israel, mengungkapkan adanya ancaman siber dalam simulasi mengemudiFormula One(F1) dalam pentas Consumer Electronics Show (CES) 2020 di Las Vegas, Amerika Serikat.

Kepala Eksekutif GuardKnox Moshe Shlisel menyatakan pihaknya berusaha meretas simulasi saat berada dalam mode swakemudi. Hasilnya, pengemudi kehilangan kontrol terhadap tunggangannya.

baca juga: Google Segera Berikan Update untuk Chrome, Maksimalkan Daya Baterai

Dari simulasi itu, mantan anggota Council for Automobile Cybersecurity, Henry Bzeih saat berbicara diCES 2020menjelaskan bahwa mobil dengan sistem komputer, sensor, dan teknologi seluler bisa dimanfaatkan peretas untuk mensabotase sistem atau bahkan mengambil alih kontrol kemudi.

"Konektivitas adalah alasan mengapa hal ini bisa terjadi. Saat ini, semua elemen harus dirancang dengan mempertimbangkan keamanan siber," kata Henry Bzeih, seperti dikutip dariAFP.

baca juga: Potensi Pasar Besar, Menperin Dorong Industri Komponen Sepeda Dibangun di Dalam Negeri

Henry Bzeih menambahkan, keamanan siber telah menjadi bagian integral dari rekayasa kendaraan sebagai bagian dari upaya keselamatan kecelakaan. Dan, peluang serangan siber meningkat seiring dengan tren swakemudi. Sebagai catatan, tahun lalu di Chicago terjadi kasus puluhan mobil mewah dicuri dengan meretas aplikasiCar2Gomilik Daimler. Lantas lima tahun silam, sebuah penelitian keamanan siber memberikan hasil bahwa kendali Jeep Cherokee bisa diretas dari jarak jauh.

Editor: Ramadhani