Pemkab Sijunjung Siapkan Kampung Adat Untuk Peserta Piala Dunia Arung Jeram

Bupati Sijunjung Yuswir Arifin
Bupati Sijunjung Yuswir Arifin (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Ajang berskala internasional 'Silokek Geofast Rafting World Cup (SGRWC) 2019' atau Piala Dunia Arung Jeram akan dilaksanakan pada 10-14 November 2019 di Sungai Batang Kuantan Kabupaten Sijunjung - Sumbar.

Saat ini, ada 50 tim yang telah mendaftar dari berbagai daerah dan negara. Dari 50 tim itu, terdiri dari 250 atlet, manejer, pelatih dan official 75 orang, serta tim teknis dari PB (Pengurus Besar) FAJI dan IRF (International Rafting feredation) sebanyak 20 orang.

baca juga: Kecelakaan Libatkan 3 Mobil di Jalinsum Sijunjung, Satu Pengemudi Luka Berat

Selain itu, juri yang dilibatkan dalam ajang ini berjumlah 50 orang, sementara untuk tim rescue berjumlah 100 orang dari tingkat lokal dan tingkat nasional. Kegiatan ini juga melibatkan sukarelawan sebanyak 200 orang dari Sumbar dan negara tetangga Malaysia.

Baca berita terkait : Silokek Geofest Rafting World Cup 2019 Dilaunching di Kota Padang" href="http://olahraga. KLIKPOSITIF .com/baca/59759/silokek-geofest-rafting-world-cup-2019-dilaunching-di-kota-padang"> Silokek Geofest Rafting World Cup 2019 Dilaunching di Kota Padang

baca juga: BPBD Sijunjung Sebut Buih di Kebun Warga Tak Keluarkan Bau Menyengat

Banyaknya orang yang terlibat dalam ajang ini membuat Pemkab Sijunjung mempersiapkan rumah gadang di Kampung Adat sebagai tempat penginapan peserta.

Menurut Bupati Sijunjung Yuswir Arifin, Kampung Adat itu sendiri telah dikukuhkan oleh kementerian pendidikan dan kebudayaan sebagai salah satu wisata budaya nasional.

baca juga: Fenomena Buih Putih Muncul di Kebun Warga Sijunjung, Warga Diminta Tak Menyentuh

"Dua-duanya ( Geopark Silokek dan Kampung Adat), brandnya sudah disahkan secara nasional. Jadi  Sijunjung sudah mempunyai dua brand untuk wisata. Dua bentuk cagar budaya ini, satu sama lainnya saling memperkuat," jelas Bupati.

Bupati melanjutkan, ada sebanyak 78 unit rumah gadang yang masih utuh di Kampung Adat yang lokasinya berjejer dan memiliki akses jalan yang memadai.

baca juga: Divonis 3 Bulan Penjara, Majelis Hakim Minta Arrival Boy Ditahan

Sementara itu, Sekdakab Sijunjung , Zefnihan menambahkan, dari 78 unit rumah gadang itu, 15 unit diantaranya telah dilengkapi toilet bersih.

"Satu rumah gadang bisa menampung sekitar 20 orang. Jadi, untuk 15 unit rumah itu bisa menampung sekitar 300 orang. Kami dari Pemkab Sijunjung juga akan terus melakukan perbaikan rumah gadang di Kampung Adat, sehingga nantinya bisa menjadi homestay yang bertaraf internasional," ulas Zefnihan.

Pemkab Sijunjung menurutnya juga tengah membangun Kelompok Sadar Wisata di setiap nagari, dengan target bisa membenahi kawasan wisata di masing-masing nagari.

"Masyarakat akan dibina nantinya, sehingga tahu apa yang harus dilakukan saat menghadapi tamu, atau saat beriteraksi dengan tamu," jelasnya. (*)

Penulis: Iwan R