Jam Tidur Tak Teratur Beri Dampak Negatif Pada Tubuh

ilustrasi
ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -Durasi dan pola tidur membawa dampak bagi tubuh kita. Tidur menjadi  salah satu cara utama dalam mengembalikan fungsi tubuh, memulihkan fisik dan mental, sekaligus mengisi ulang tenaga. Jam tidur yang tidak bisa membawa dampak yang merugikan bagi kesehatan.

Berikut dampak jam tidur yang buruk bagi kesehatan dilansir dari healthglobal:

baca juga: Ahli Ungkap Mematikan Pendingin Ruangan Bisa Kurangi Penyebaran Covid-19

Daya Ingat Menurun
Semakin hari merasa semakin pikun padahal usia belum terlalu tua? Cobalah tengok dulu kebiasaan pola tidur kita dan apakah sudah cukup setiap harinya? Untuk otak dapat bekerja dengan maksimal, waktu tidur kita harus cukup karena bila jam tidur saja berantakan maka otomatis daya ingat pun jadi gampang turun.

Kulit Rusak
Pola tidur kacau ditambah tidak memenuhi idealnya alias kurang, rupanya juga berakibat buruk lho bagi kesehatan kulit. Jumlah hormon kortisol yang diproduksi tubuh jadi meningkat akibat jam tidur tak teratur dan protein dalam kulit malah terpecah sehingga elastisitas kulit pun jadi hilang. Tak hanya jadi gampang rusak, tanda-tanda penuaan dini seperti kerutan maupun garis halus pada kulit bisa saja muncul.

baca juga: Ahli Sebut Covid-19 Bermutasi, Satu Orang Bisa Infeksi 4 Orang Lain

Obesitas
Ketika malam yang seharusnya jadi waktu tidur dan istirahat panjang malah digunakan untuk begadang, hormon ghrelin atau hormon pemicu rasa lapar dapat terangsan dan makin banyak terproduksi. Kalau lapar, solusinya pasti makan kan? Makan pun biasanya jadi sulit terkontrol sehingga terlalu banyak dan menjadi pemicu obesitas.

Depresi
Tidur dengan waktu yang berantakan juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan mental lho. Depresi adalah salah satunya, sehingga sebelum terlambat dan sulit ditangani, ada baiknya memperbaiki pola tidur dan menambah kualitasnya agar kesehatan mental terjaga baik.

baca juga: Malas Olahraga Berat, Jalan Kaki Juga Bermanfaat Bagi Tubuh

Alzheimer dan Demensia
Risiko penyakit demensia dan alzheimer cukup tinggi bagi pemilik pola tidur tak konsisten menurut hasil studi Michele Bellesi dari Marche Polytechnic University di Italia. Gangguan otak dan juga kerusakan sel otak terkait dua penyakit serius tersebut sebenarnya bisa terjadi dari kebiasaan dan pola tidur buruk lho.

Demensia sendiri merupakan penyakit dengan tanda-tanda lebih kepada cara interaksi dan cara pikir dengan orang lain yang mengalami perubahan belum lagi ditambah kemampuan motorik, kemampuan bicara serta kemampuan mengingat yang turun. Alzheimer merupakan penyakit degeneratif yang bisa berkembang pada otak dengan tanda-tanda kegagalan memori, sering bingung, serta gangguan bicara; demensia pun termasuk ciri dari alzheimer.

baca juga: Ingin Turunkan Berat Badan, Kurangi Asupan Garam

Penyakit Jantung, Gula dan Stroke
Kebiasaan atau pola tidur berantakan dalam jangka panjang tak hanya meningkatkan risiko obesitas. Nyatanya, tubuh juga jadi lebih rentan terhadap berbagai kondisi seperti tekanan darah tinggi, penyakit gula atau diabetes, gagal jantung, aritmia hingga serangan jantung dan stroke lho.

Karena akibat jam tidur berantakan dapat begitu fatal bagi kesehatan tubuh, mulailah cari cara memperbaikinya. Buatlah jadwal rutin tidur lebih dulu, jaga asupan makanan dan minuman tetap sehat bernutrisi, tidurlah di ruangan yang nyaman, hindari tidur siang/sore terlalu lama, dan cari cara menghilangkan stres pikiran yang mungkin jadi penyebab susah tidur dan bikin pola tidur kacau.

Penulis: Ramadhani