Ini Isi Tuntutan Mahasiswa yang Ditandatangani Lima Anggota DPRD Pasbar

Baharuddin Raaban membacakan satu persatu isi tuntutan mahasiswa
Baharuddin Raaban membacakan satu persatu isi tuntutan mahasiswa (Istimewa)

PASAMAN BARAT , KLIKPOSITIF -- Sebanyak lima anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pasaman Barat , menyetujui dan menandatangani tuntutan Mahasiswa gabungan Pasaman Barat yang berunjuk rasa di gedung dewan, Jumat (27/9/2019) kemarin.

Kelima anggota dewan itu yakni, Baharuddin Raaban, Dedi Lesmana, Endra Yama Putra, Syafridal dan Subandrio.

baca juga: Ini Hasil Swab 111 Orang Warga Pasbar yang Kontak dengan Pasien Positif COVID-19, 220 Lagi Masih Ditunggu

"Kami wakil rakyat Pasaman Barat mendukung penuh aspirasi mahasiswa. Mari kita kawal bersama peraturan-peraturan yang timpang," tegas Baharuddin Raaban yang juga merupakan mantan Bupati Pasaman dan Pasaman Barat .

"Apa yang tertuang dalam tuntutan mahasiswa Pasaman Barat akan kami tindaklanjuti, sesuai kewenengan yang ada,” sambungnya.

baca juga: Dua ASN Positif COVID-19 Pernah Hadir Resepsi Pernikahan dan Pelantikan Bamus, 220 Warga Pasbar di Tes Swab

Ada lima isi tuntutan yang ditandatangani yakni pertama penolakan Draf RUU KUHP pasal 219 dan pasal 241 karena dipandang akan membatasi hak berbicara. Pasal 432 dipandang pemerintah telah dengan sengaja membiarkan masyarakat menjadi gelandangan.

Sedangkan pasal 418 ayat 1 (satu) melegalkan praktek perizinan sehingga dipandang sangat berbahaya karena akan merusak tatanan keluarga, masyarakat serta mencederai nilai moralitas, susila dan keindonesiaam yang dimiliki.

baca juga: Kisah Seorang Ibu Demi Sebuah Kursi Roda Untuk Sang Anak di Pasbar

Kedua penolakan Draf RUU Pertanahan pada pasal 26 ayat 1,2,3 dan 4 yang dipandang akan menguntungkan pihak-pihak yang menguasai lahan HGU dan dipandang akan merugikan rakyat Indonesia atau Negara yang seharusnya dapat memanfaatkan HGU untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Ketiga penolakan Draf RUU Permasyarakatan pada pasal 7 dan 9 huruf C yang dipandang bernuansa kebebasan dan keleluasaan kepada tahanan dan narapidana untuk berekreasi.

baca juga: Kontak dengan Dua Pasien COVID-19, Puluhan Warga Pasbar Test Swab Massal

Keempat penolakan Draf RUU Pertambangan dan Mineral pada pasal 9 ayat 2 (dua) yang diusulkan DPR akan membuat perusahaan terus meninggalkan lubang maut (bekas tambang) dengan alasan menjadi objek wisata.

Kelima penolakan Revisi UU Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pasal 1 ayat 7, dan pasal 3 serta pasal 21yang diusulkan DPR. Hal ini dipandang akan melemahkan kinerja dan posisi KPK dalam melakukan pemberantasan korupsi yang natabene masih begitu massif dan menjadibpersoalan krusial bagi Negara.

Selain pasal-pasal tersebut, para demontrasi mahasiswa Kabupaten Pasaman Barat juga menuntut dan ditandatangani terkait permasalahan yang ada di Pasaman Barat diantaranya ada sebanyak enam poin yakni.

Poin pertama agar DPRD Pasbar mengatasi isu lingkungan berupa sampah yang banyak berserakan disepanjang aliran sungai dan pantai. Poin kedua agar DPRD Pasbar dapat mengawasi pembangunan jalan teluk tapang yang banyak ditemukan penyimpangan pelanggaran disamping proyek-proyek fisik yang ada di Pasbar .

Poin ketiga meminta DPRD Pasbar agar mendesak Pemda Pasaman Barat untuk membentuk badan hukum khusus pengelolaan CSR pada revisi perda CSR. Poin keempat agar DPRD Pasbar mengawasi pembangunan Rumah Sakit Pratama Ujung Gading, GOR, atau seluruh pembangunan yang ada di Pasaman Barat .

Poin kelima agar DPRD Pasbar mendesak Pemda Pasbar untuk lebih memperhatikan asset pemerintah daerah Kabupaten Pasaman Barat berupa taman kota yang menjadi ikon dan satwa didalamnya.

Poin keenam agar DPRD Pasbar merekomendasikan ke Pemerintaha Daerah Pasbar untuk menindak dan menertibkan galian C dan tambang ilegal yang ada di Kabupaten Pasaman Barat .

Tuntutan itu ditandatangani bersama lima anggota DPRD Pasbar dengan empat organisasi mahasiswa kabupaten Pasbar diantaranya Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Pasbar , BEM Pasaman Barat , HMI Pasaman Barat dan Ikatan Mahasiswa Pasaman Barat .

Usai penandatanganan bersama, para demontran ratusan mahasiswa gabungan se Pasaman Barat itu membubarkan diri secara tertib dan aman.

[Irfan Pasaribu]

Penulis: Iwan R