Total Produksi Komoditi Jagung dan Padi di Pasbar Capai 240.533 Ton Per Juni 2019

Kabid Tanaman Pangan dan Holtikuktura DTPHP Kabupaten Pasaman Barat, Afdal
Kabid Tanaman Pangan dan Holtikuktura DTPHP Kabupaten Pasaman Barat, Afdal (KLIKPOSITIF/Irfan Pasaribu)

PASAMAN BARAT , KLIKPOSITIF -- Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Pasaman Barat ( Pasbar ) mencatat pencapaian total produksi komoditi Jagung dan Padi ada sekitar 240.533 ton per Juni 2019 di daerah itu.

"Pencapaian itu terjadi karena di Pasbar fungsi lahan banyak terjadi peralihan dari tanaman tahunan ke tanaman per musim (pangan)," kata Kabid Tanaman Pangan dan Holtikuktura Afdal, kepada KLIKPOSITIF , Jumat (20/9) kemarin di ruang kerjanya.

baca juga: Minta Perusahaan Sawit Taat Aturan, Bupati Pasbar: Jangan Coba-coba Kelabui Masyarakat

Sambungnya, dari total pencapaian itu, hasil produksi kedua tanaman pangan tersebut paling banyak dihasilkan oleh komoditi jagung .

Ia memaparkan, untuk produksi komoditi jagung di tahun 2019 ada sekitar 160.712 ton per Juni dengan luas tanam 19.963 hektare, panen 24.725 hektare dan produktivitas 6,5 ton per hektare.

baca juga: Bayi 10 Bulan Terinfeksi COVID-19 di Pasbar

Sedangkan untuk produksi komoditi padi ditahun 2019 ada sekitar 79.821 ton per Juni dengan luas tanam 17.815 hektare, panen 16.290 hektare dan produktivitas 4,9 ton per hektare.

Jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu capaian produksi komoditi Padi sekitar 159.943 ton per tahun dengan luas tanam 31.900 hektare, panen 32.694 hektare, produktivitas 4,89 per ton.

baca juga: Bupati Pasbar: Pendataan Warga Miskin Harus Diperbaiki

Sedangkan capaian produksi komoditi jagung di tahun 2018 sekitar 367.865 ton per tahun dengan luas tanam 46.146 hektare, panen 56.864 hektare produktivitas 6,45 ton per hektare.

Terang Afdal, meningkatnya hasil komoditi jagung karena terjadi rotasi komoditi padi ke komoditi jagung . Petani melakukan hal itu, karena terjadi keterbatasan air, selain itu kebersamaan hamparan sawah petani juga menjadi salah satu faktor rotasi.

baca juga: Bupati Terpilih Pasbar Gunakan Mobil Dinas Mantan Bupati Periode 2010-2015, Alasannya Patut Dicontoh

Selain terjadi karena rotasi komoditi, di tahun 2019 ini juga terjadi peralihan tanaman tahunan ketanaman pangan (semusim), areal perkebunan sawit banyak di reflenting, sehingga tersedia lahan tanaman semusim," terang Afdal.

Untuk itu ke depannya agar pencapaian target produksi yang sudah dicapai dan yang akan dicapai terus meningkat. Pemerintah Kabupaten, Provinsi dan pusat terus berupaya dengan cara menumbuhkan program dan kegiatan yang mendukung program dengan bantuan Saprodi (sarana produksi/ benih).

Sehingga sebanyak 75 ton benih jagung untuk seluas lahan 5000 hektare ditahun berjalan ini, telah disalurkan kepada petani. Sedangkan untuk komoditi padi sebanyak 15 ton benih padi sawah untuk seluas lahan 600 hektare dan 50 ton benih padi gogo untuk seluas lahan 2000 hektare.

"Semua benih tersebut sudah disalurkan dan didistribusikan di 11 Kecamatan yang ada di Pasbar ," jelas Afdal.

Untuk diketahui kata Afdal, capaian komoditi jagung jika dipersentasekan dari total pencapaian produksi di sumbar, kabupaten pasbar produksinya mencapai 30 sampai 40 persen.

Sehingga menempatkan Pasaman Barat di posisi urutan pertama pencapaian produksi komoditi jagung terbanyak di Provinsi Sumbar, lalu disusul Kabupaten Pessel, Agam dan Pasaman.

"Sedangkan untuk capaian produksi komoditi padi , Pasaman Barat termasuk diperhitungkan karena berada di sepuluh besar dari seluruh total jumlah kabupaten kota yang ada di Provinsi Sumbar," tutup Afdal.

[Irfan Pasaribu]

Penulis: Iwan R