Nilai Investasi di Sumbar Masih Sangat Rendah Hingga September 2019 Ini 

Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal BKPM RI, Wisnu Wijaya Soedibjo bersama Wagub Nasrul Abit berfoto bersama dengan stakeholder terkait saat sosialisasi pedoman kerja antara BKPM-Polri tentang koordinasi perlindungan dan keamanan bagi dunia usaha untuk mendukung kegiatan invesyasi di Indonesia
Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal BKPM RI, Wisnu Wijaya Soedibjo bersama Wagub Nasrul Abit berfoto bersama dengan stakeholder terkait saat sosialisasi pedoman kerja antara BKPM-Polri tentang koordinasi perlindungan dan keamanan bagi dunia usaha untuk mendukung kegiatan invesyasi di Indonesia (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Ternyata usaha Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mencari investor keluar negeri belum berbuah manis. Pasalnya nilai investasi di provinsi itu hingga bulan kesembilan ini masih sangat rendah.

Dari Rp11,2 triliun, target yang diberikan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), baru Rp2,4 triliun atau sekitar 21 persen terealisasi.

baca juga: Pandemi COVID-19, Pemprov Sumbar Fokus Fasilitasi Investasi Telah Berjalan

Hal itu diungkap Deputi Bidang Kerjasama Penanaman Modal BKPM RI, Wisnu Wijaya Soedibjo saat sosialisasi pedoman kerja antara BKPM-Polri tentang koordinasi perlindungan dan keamanan bagi dunia usaha untuk mendukung kegiatan investasi di Indonesia, Selasa (10/9) di Padang.

Kata Wisnu, permasalahan yang sering terkendala dalam merealisasikan investasi di wilayah Sumatra selama ini disebabkan berapa faktor diantaranya terkait persoalan lahan dan juga perizinan di daerah.

baca juga: PTSP Sumbar: Masyarakat Sumbar Jangan Alergi Investor

"Masalah lahan dan perizinan didaerah masih menjadi kendala kita merealisasikan investasi," tuturnya.

Padahal seharusnya daerah memberikan menjamin keamanan berinvestasi bagi pelaku usaha. Terkait hal itu pihaknya bersama Polri telah berkomitmen untuk memberikan jaminan berinvestasi bagi investor .

Dijelaskannya, BKPM bersama Polri telah komitmen untuk menjamin keamanan berinvestasi bagi pelaku usaha. Kesepahaman itu telah tertuang dalam nota kesepahaman yang ditanda tangani pada 2016 lalu tentang pengamanan pelayanan kemudahan investasi langsung kontruksi di kawasan industri.

baca juga: Batal ke Tunisia, Gubernur Sumbar Bakal Terbang ke Polandia

"Ini kami lakukan untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif di Indonesia sehingga meningkatkan tingkat kepercayaan investor ," tuturnya.

Pada kesempatan itu dia juga mengungkapkan target investasi nasional pada tahun ini sekitar Rp792 triliun. Namun, dari target tersebut yang sudah tercapai secara nasional baru sekitar Rp395 triliun.

baca juga: Sumbar Berharap Omnibus Law Mempermudah Masuk Investor

"Jadi sudah ada sekitar 49,9 persen yang telah tercapai. Sedangkan, untuh target seluruh Sumatra sekitar Rp145-150 triliun," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit meminta stakeholder terkait menyelesaikan permasalahan yang sering menghambat investasi di daerah, apalagi di Sumbar pencapaian investasi masih rendah.

"Untuk itu apapun yang menghambat investasi mesti dapat kita selesaikan," tegasnya.

Dia mengaku persoalan pembebasan lahan menjadi kendala, kemudian ada pihak yang memprovokasi masyarakat untuk menghambat investasi. Padahal investasi memberikan kontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian daerah.

"Banyak investasi tidak jalan, ada investasi di Sumbar tidak jalan, seperti Geothermal di Gunung Talang kabur orang. Sekarang untuk apa itu lahan padahal sudah banyak pakar melakukan kajian Geothermal tidak membahayakan," tukasnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir