Diselenggarakan di Unand, International Conference on Asean Bahas Berbagai Isu Internasional

Jumpa pers penyelenggara IC ASEAN dengan awak media
Jumpa pers penyelenggara IC ASEAN dengan awak media (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Pusat Studi ASEAN Universitas Andalas ( Unand ) Padang yang berada di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas (LPPM) berkerjasama dengan Direktorat Jenderal Kerjasama ASEAN , Kementrian Luar Negeri Republik Indonesia menyelenggarakan International Conference on ASEAN (IC- ASEAN ).

Konferensi internasional pertama di Unand tentang ASEAN ini mengangkat tema "Toward Better ASEAN /Menuju Asean yang lebih baik". Kegiatan berlangsung dua hari mendatangkan pembicara dari beberapa negara dengan berbagai bidang ilmu.

baca juga: Anaknya Masuk Daftar Wisuda Daring Unand, Gubernur Sumbar Pindahkan Tali Toga di Rumah

Ada pembicara dari dalam negeri seperti Riaz Januar Putra Saehu yang merupakan Direktur Kerjasama ASEAN bidang Sosial Budaya, Dr. Nur Hassan Wirajuda Menteri Luar Negeri Indonesia tahun 2001-2009 kemudian Prof.Dr.Ir. Helmi. M.Se akademisi dari Unand yang juga ketua dari Program Doktor Studi pembangunan.

Selain dari dalam negeri, ICASEAN juga mengundang beberapa pembicara dari beberapa negara, seperti Dr. Bruno Jetin yang berasal dari University Brunei Darussalam, Dr. Helena Varkkey dari University of Malaya, Dr. Kumar Ramakrishna dari S. Rajaratnam Sehool of International Studies serta prof Herman Joseph Kraft dari Univerity Philippines Diliman.

baca juga: Unand Berikan Kemudahan Kepada Peserta UTBK SBMPTN, Rektor: Ujian Menerapkan Protokol COVID-19

Ketua LPPM Unand Dr Ing Uyung Gatot S Dinata MT menjelaskan, Konferensi internasional selama dua hari ini dihadiri oleh 165 peserta dengan total abstrak penelitian yang akan dipresentasikan sebanyak 128.

Peserta tersebut lanjutnya, merupakan akademisi dari berbagai universitas negeri dan swasta Indonesia dan Malaysia. PSA Universitas Andalas juga mengundang beberapa peneliti dari Pusat Studi ASEAN lainnya dari Brunei, Taiwan Thailand, Singapura dan Jepang.

baca juga: Unand Wisuda Daring 30 Juni, Jambul Toga Dipindahkan Orangtua di Rumah

"Konferensi ini bertujuan untuk mengevaluasi, mendiskusikan beberapa isu penting di lingkup ASEAN dan menyediakan gagasan alternatif dari berbagai sudut pandang dan disiplin ilmu untuk mewujudkan ASEAN yang lebih baik di masa depan," ujarnya, saat jumpa pers, Kamis, 4 September 2019 di Convention Hall Unand .

Dalam IC ASEAN membahas beragam isu mulai dari keamanan, politik, sosial budaya dan ekonomi. Pandangan akademik tersebut nantinya direkomendasikan dibahas di forum ASEAN .

baca juga: 4.219 Mahasiswa KKN Unand Difokuskan Untuk Bantu Penanganan COVID-19 di Nagari

"Wujud lain dari kegiatan ini bagaimana Unand memberikan sumbangsih kepada ASEAN , Kemenlu dan pemerintah daerah. Kemudian dalam jangka waktu yang panjang bagaimana Pusat Studi ASEAN Unand bisa berkontribusi memberikan pandangan akademik kepada negara ASEAN ," terangnya.

Sementara itu Direktur Kerjasama ASEAN bidang Sosial Budaya Riaz Januar Putra Saehu menyampaikan, berbagai isu dibahas dalam kegiatan tersebut, tidak hanya sosial budaya tapi juga lingkungan seperti kabut asap dan peningkatan ekonomi.

"Kegiatan ini jua dapat meningkatkan memperluas jaringan ASEAN untuk lebih dikenal masyarakat. Kedepan kami bisa berkolaborasi dengan Unand menunggu riset-riset dari untuk untuk dibicarakan di forum ASEAN ," terangnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir