5 Tips Kesehatan Mental untuk Milenial yang 'Lelah'

Depresi di kalangan generasi muda mungkin meningkat.
Depresi di kalangan generasi muda mungkin meningkat. (Pixabay)

KLIKPOSITIF - Gagasan kaum milenial kelelahan sampai titik kejenuhan bukanlah sesuatu yang baru. Antara tekanan media sosial, pertunjukan ekonomi, dan hidup di dunia yang terasa semakin tidak pasti, tidak mengherankan bahwa kita kelelahan. Belum lagi, kesejahteraan mental adalah penderitaan.

Dan buktinya ada di sana. Depresi di kalangan generasi muda mungkin meningkat. Pria di generasi ini kehilangan rambut mereka pada usia lebih dini. Dan sejak 2016, ada peningkatan yang signifikan dalam kesehatan mental negatif mahasiswa tingkat perguruan tinggi.

baca juga: Studi Ungkap Teh Hijau Bisa Tekan Dampak Aterosklerosis

Jadi, bagaimana kita menjaga kesehatan mental kita ketika dunia tampak seperti siap menghadapi kita menjadi lebih baik?

Yang mengatakan, merawat pikiran Anda seharusnya tidak menambah stres dalam hidup Anda. Dan jika Anda bisa melakukannya dari kenyamanan rumah Anda sendiri - atau bahkan tempat tidur - semuanya lebih baik! Jadi, jika Anda merasa bingung harus mulai dari mana, berikut lima tips yang bisa Anda terapkan dalam hal ini.

baca juga: Peneliti Ungkap Virus Covid-19 Berdampak Pada Otak

1. Kekuatan 'tidak'
Tumbuh, banyak orang diajari bahwa penggunaan kata "tidak" harus diikuti dengan penjelasan atau alasan yang panjang. Saya telah belajar bahwa "tidak" adalah kalimat lengkap dan membantu membangun batasan dalam hubungan.

Menggunakan kekuatan "tidak" dapat membantu mencegah Anda kehabisan tenaga sepanjang minggu. Anda mungkin perlu mengatakan "tidak" jika Anda merasa kelebihan beban di tempat kerja atau dalam hubungan Anda. Pada akhirnya, penting untuk mengetahui dan mendefinisikan keterbatasan Anda.

baca juga: Resiko Kematian Akibat Covid-19 Lebih Tinggi Pada Penderita Obesitas

2. Menulis Jurnal
Menulis jurnal dapat membantu Anda mengatasi kecemasan, mengurangi stres, dan mengatasi depresi. Ini dapat membantu meningkatkan suasana hati dengan memungkinkan Anda memprioritaskan ketakutan, masalah, dan kekhawatiran.

Selain itu, memungkinkan Anda untuk melacak gejala yang mungkin Anda miliki karena kondisi kesehatan mental setiap hari. Ini akan memungkinkan Anda mengenali pemicu dan mempelajari cara-cara mengendalikannya dengan lebih baik. Penjurnalan dapat dilakukan dengan cara lama - kertas dan pena - atau dengan menggunakan bagian catatan di telepon Anda.

baca juga: Imunitas Bisa Dipengaruhi oleh Depresi

3. Yoga Kamar Tidur
Anda telah mendengar tentang kekuatan yoga puluhan kali, tetapi mari kita menjadi nyata, beberapa hari tindakan mandi sendiri bisa menjadi tugas, apalagi berlatih satu jam di studio yoga lokal Anda.

4. Daftar penghargaan
Memilih 10 membuat daftar ini sedikit lebih menantang, tetapi juga membantu Anda merenungkan hal-hal kecil di hari Anda. Saat Anda merasa sedih, Anda dapat merenungkan daftar momen indah masa lalu yang membuat Anda bahagia.

5. Buat akun 'finsta'
Media sosial bisa menjadi hadiah dan kutukan. Tetapi jika Anda menemukan tekanan untuk mempertahankan "kepribadian sempurna" pada platform media sosial tradisional yang melelahkan, maka finsta mungkin cocok untuk Anda. Platform ini, sejenis akun Instagram kedua, menawarkan pengalaman yang lebih tanpa filter.

Di akun finsta Anda, Anda bisa sebodoh dan tidak terpoles seperti yang Anda inginkan sambil tetap tahu dengan teman dan akun yang menginspirasi Anda. Jenis akun ini membantu Anda berbicara dengan bebas tanpa rasa takut akan penilaian dari rekan kerja atau anggota keluarga. Finsta juga dapat membantu Anda menjaga kesehatan mental Anda.

Sumber: healthline

Penulis: Fitria Marlina