TKN Jokowi Sebut BPN Prabowo Lobi Bawaslu untuk Dapat Dokumen C1

Ilustrasi
Ilustrasi (Suara.com)

KLIKPOSITIF -- Tim Kemenangan Nasional atau TKN Jokowi - Maruf Amin menyebut Badan Pemenangan Nasional Prabowo Subianto - Sandiaga Uno melobi Bawaslu untuk mendapatkan dokumen C1 atau catatan penghitungan suara di tiap TPS.

Dokumen C1 itu lah yang nantinya dipakai untuk survei. Informasi itu didapatkan PDI Perjuangan.

baca juga: DPR Minta Nadiem Perhatikan Kesenjangan Daerah Soal Kurikulum Darurat

"BPN juga tidak kompak dengan menyebutkan tempat di mana rekapitulasi suara dilakukan. Karena itu, wajar jika publik menuduh klaim kemenangan yang dilakukan Prabowo hanya tindakan provokasi tanpa bukti," kata Sekretaris TKN Jokowi - Maruf, Hasto Kristiyanto dalam keterangan persnya, Kamis (25/4/2019).

Menurut Hasto, PDI Perjuangan mengingatkan bahwa nilai kejujuran adalah indikator moral yang sederhana dalam politik .

baca juga: Anggota DPR Beri Catatan Soal Pemulihan Ekonomi COVID-19 dalam Omnibus Law

"Dengan sikap BPN yang tidak mau transparan dalam rekapitulasi suara, tidak bersedia diaudit, dan klaim sepihak kemenangan tanpa bukti, menjadi indikasi kebohongan dalam politik ," katanya.

Hasto menegaskan bahwa proses kampanye yang panjang selama delapan bulan, dan hasil hitung cepat yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan sudah dilakukan, maka kemenangan capres-cawapres Joko Widodo - Maruf Amin, sudah semakin pasti.

baca juga: Ditanya Siapa yang Didukung di Pilgub Sumbar, Gubernur IP: Saya Ini PKS

"Tinggal menunggu hasil penghitungan suara secara manual dan keputusan KPU," katanya.

Hasto menyatakan PDI Perjuangan mengimbau Prabowo Subianto untuk menghentikan klaim kemenangan secara sepihak tanpa pernah menunjukkan bukti rekapitulasi hasil penghitungan suara riil Pemilu 2019 .

baca juga: Jika Kembali Maju di Pilpres 2024, Ini Prediksi Lawan-lawan yang Akan Dihadapi Prabowo

"Prabowo mengklaim kemenangan sepihak, tapi tidak pernah menunjukkan hasil rekapitulasi penghitungan suara riil Pemilu 2019 , berdasarkan data C1," katanya.(*)

Sumber: Antara/Suara.com

Penulis: Eko Fajri