Ini Industri yang Diberi Diskon Pajak oleh Pemerintah

Ilustrasi
Ilustrasi (http://cdn0-a.production.liputan6.static6.com/)

KLIKPOSITIF - Pemerintah memberikan diskon pajak untuk industri pioner atau perintis sesuai ketentuan yang diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 103/PMK.010/2016.

PMK mengatur Perubahan atas PMK Nomor 159/PMK.010/2015 tentang Pemberian Fasilitas Pengurangan Pajak Penghasilan Badan. Perubahan PMK itu didasarkan pada pertimbangan untuk meningkatkan kelancaran pelaksanaan pemberian fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan Badan.

baca juga: Kanwil DJPb Sumbar Lakukan Serah Terima Barang Milik Negara

Dilansir dari laman setkab, PMK menyebutkan wajib pajak yang dapat diberikan fasilitas di antaranya merupakan wajib pajak baru, dan industri perintis.

Selain itu, mempunyai rencana penanaman modal baru yang telah mendapat pengesahan dari instansi berwenang paling sedikit sebesar Rp1 triliun, menyampaikan surat pernyataan kesanggupan untuk menempatkan dana di perbankan di Indonesia paling sedikit 10 persen dari total rencana penanaman modal, dan harus berstatus sebagai badan hukum Indonesia yang pengesahannya ditetapkan sejak atau setelah tanggal 15 Agustus 2011.

baca juga: KPK Periksa Dua Pejabat Tinggi Kemenkeu Terkait Kasus Suap Ditjen Pajak

Ketentuan itu tidak berlaku dalam hal wajib pajak badan dimiliki langsung oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah. Selain itu kepemilikannya terdiri atas saham-saham yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia.

Industri pioner yang dimaksud dalam PMK tersebut adalah industri logam hulu, industri pengilangan minyak bumi atau industri dan infrastruktur pengilangan minyak bumi, industri kimia dasar organik yang bersumber dari minyak bumi dan gas alam.

baca juga: Dugaan Kasus Suap Ditjen Pajak, ICW Curiga Hal Ini

Selain itu industri permesinan yang menghasilkan mesin industri, industri pengolahan berbasis pertanian-kehutanan-dan perikanan, industri telekomunikasi-informasi dan komunikasi, dan industri transportasi kelautan.

Berdasar PMK itu, batasan nilai rencana penanaman modal baru dapat diturunkan menjadi Rp500 miliar untuk industri pioner telekomunikasi, informasi dan komunikasi.

baca juga: Hingga 16 April, Pemerintah Telah Alokasikan Belanja Pengadaan Vaksin Rp13,16 T

Besaran pengurangan Pajak Penghasilan Badan sebagaimana dimaksud diberikan paling banyak sebesar 50 persen untuk industri pioner dengan nilai rencana penanaman modal baru paling sedikit sebesar Rp500 miliar.

Fasilitas pengurangan Pajak Penghasilan Badan itu dapat dimanfaatkan wajib pajak sepanjang memenuhi persyaratan yaitu telah berproduksi secara komersial; pada saat mulai berproduksi secara komersial, wajib pajak telah merealisasikan nilai penanaman modal paling sedikit sebesar rencana penanaman modalnya.

Penulis: Fitria Marlina