Di Padang, Menristekdikti Minta Nyoblos itu Satu Jangan Sampai Dua

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI), Mohamad Nasir
Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI), Mohamad Nasir (Istimewa )

PADANG, KLIKPOSITIF - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia (Menristekdikti RI), Mohamad Nasir menyentil soal nyoblos saat membuka kegiatan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (Konaspi) IX tahun 2019, di Universitas Negeri Padang ( UNP ), Rabu malam (13/3).

"Sekali lagi, kalau pada tanggal 17 nanti jangan sampai lupa, kalau nyoblos itu satu saja jangan sampai dua. Batal itu, salah itu pak. Jadi nyoblos itu satu saja ya," seloroh Nasir dihadapan peserta Konaspi.

baca juga: Rp695,2 Triliun Dialokasikan untuk Penanganan COVID-19, PK Gebrak Imbau UNP Masyarakat Awasi Penggunaan Dananya

Sontak saja ribuan peserta yang hadir, bersorak kecewa. 'Huuu' teriak peserta kompak usai mendengar kalimat yang diucapkan Nasir itu. Lantaran, kalimat yang diucapkan itu bernada ambigu, bahkan mengarah kepada salah satu Calon Presiden dan Calon Wakil Presiden (Capres-Cawapres).

Pasalnya, Indonesia saat ini sedang menghadapi tahun politik untuk Pemilihan Umum ( Pemilu ) serentak pada 17 April 2019 mendatang, baik Capres-Cawapres, maupun pemilihan wakil rakyat di tingkat legislatif untuk seluruh wilayah Indonesia.

baca juga: Enam Calon Kepala Daerah Positif COVID-19, KPU Sumbar Tunda Tes Kesehatan

Apalagi, saat ini M. Nasir masih merupakan Menristekdikti dalam Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo, yang sekarang kembali bertarung dengan Ma'aruf Amin bernomor urut 01, untuk menghadapi Prabowo-Sandiaga Uno dengan nomor urut 02 dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

Melihat reaksi kecewa peserta yang mayoritas adalah mahasiswa dan dosen itu, M. Nasir kemudian menyambung kalimatnya. Dia mengingatkan, agar mahasiswa tidak menjadi golput (golongan putih) saat pemilihan nanti. Dia juga mengatakan, masa depan Indonesia ada di tangan generasi muda.

baca juga: Pemerintah Tetapkan Libur Nasional dan Cuti Bersama 2021

"Kampus jangan sampai ada kegaduhan. Pak Rektor harus bisa menjaga lingkungan kampus agar tetap netral. Mari kita gaungkan jangan ada yang golput," kata M. Nasir.

Di sisi lain, M. Nasir mengatakan, perguruan tinggi harus merubah pola pikir dalam menghadapi revolusi industri 4.0 dengan cara lebih terbuka terhadap ilmu pengetahuan baru. Dengan demikian dapat dihasilkan terobosan dan inovasi sistem pendidikan dan pembelajaran.

baca juga: Jokowi Video Call dengan Guru SMPN 7 Padang, Bahas Belajar Masa Pandemi

"Kampus harus lebih terbuka dengan cara memiliki pola pikir yang terbuka. Kita sadari betul semakin tingginya harapan pemerintah dan masyarakat Indonesia kepada perguruan tinggi dalam memberikan pendidikan kepada generasi penerus bangsa agar kompetitif, kreatif, dan inovatif di era disrupsi saat ini," imbuhnya. (*)

Penulis: Joni Abdul Kasir