Hampir Penuh,TPA Sampah di Padang Hanya Bisa Bertahan Empat Tahun Lagi

Ilustrasi
Ilustrasi (KLIKPOSITIF/Haswandi)

PADANG , KLIKPOSITIF  -- Tiga hingga empat tahun ke depan, tumpukan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang ada di Kota Padang diprediksi akan semakin tinggi dan berkemungkinan tidak bisa lagi menampung sampah .

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Bidang Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang , Deni Harzandy, Kamis 10 Januari 2019.

baca juga: Outlet Noka Coffe Dilaunching di Ulak Karang Padang

Ia mengatakan untuk jumlah sampah yang masuk ke TPA yang terletak di daerah Air Dingin, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang mencapai 500 ton per hari.

"Untuk saat ini, lokasi pembuangan yang kami miliki masih bisa menampung sampah sebanyak 500 ton per hari, tetapi tiga hingga empat tahun ke depan tentu tumpukannya akan semakin tinggi," ujarnya.

baca juga: Beritakan Nasrul Abit Keturunan Partai Komunis, Pimred Akurat.co Minta Maaf

Ia mengkhawatirkan jika tumpukan sampah semakin tinggi, maka akan berpengaruh terhadap pemukiman masyarakat di sekitar lokasi tersebut.

"Yang dikhawatirkan nantinya jika penumpukan ini semakin tinggi, maka akan berakibat jika terjadi hujan dan sampah itu akan turun serta menghantam rumah warga," sambungnya.

baca juga: Atasi Sampah di Pantai Air Manis, PT PSM Berencana Buat Paving Block dari Sampah Plastik

Selain itu, ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya melakukan pengolahan sampah tersebut dengan cara komposer sehingga sampah yang diolah menjadi pupuk itu bisa dimanfaatkan.

"Saat ini kami hanya melakukan dengan cara komposer untuk sampah organik, sementara untuk sampah anorganik masih kami tumpuk," ujarnya.

baca juga: Gempa Guncang Pagai Selatan Mentawai, Dirasakan Hingga ke Padang

Untuk sampah berbentuk busa, ban bekas dan sterofom akan ia mencanangkan agar bisa dimusnahkan dengan cara menggoreng atau membakarnya.

"Untuk busa dan sterofom itu asalnya dari cairan kimia, jadi untuk pemusnahannya harus seperti itu karena jika dibiarkan saja pelapukannya sangat lama," sambungnya.

[Halbert Caniago]

Penulis: Iwan R