BPBD Pasbar: Lima Kecamatan Terdampak Banjir dan Longsor

Personel BPBD Pasbar evakuasi warga
Personel BPBD Pasbar evakuasi warga (Ist)

PASAMAN BARAT, KLIKPOSITIF -- Pasca banjir dan longsor yang melanda beberapa daerah di Kabulaten Pasaman Barat-Sumbar, Rabu 7 November 2018, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pasaman Barat masih melakukan pendataan.

"Data jumlah daerah yang terdampak kerugian banjir dan longsor masih dilakukan oleh petugas di lapangan," Kata Kepala Pelaksana BPBD, Tri Wahluyo kepada KLIKPOSITIF .com Kamis 8 November 2018 sore.

baca juga: KPU: Lima Paslon Kepala Daerah Pasbar Telah Menyerahkan LADK

Dijelaskan Wahluyo, kerugian secara materi belum bisa diperkirakan. Data sementara ada 5 kecamatan yang terdampak bencana empat diantaranya terdampak banjir , yakni Kecamatan Pasaman, Kecamatan Sasak Ranah Pasisia, Kecamatan Parit Koto Balingka dan Kecamatan Ranah Batahan.

Sementara di Kecamatan Talamau terdampak banjir dan longsor . Titik longsor di Kecamatan Talamau berlokasi di Pasanggiang, Lobang Japang dan Polong Anam.

baca juga: Kantongi Nomor Urut 3, Erick Hariyona - Syawal Siap Jadi Energi Baru Pasaman Barat

"Dampak terparah banjir berlokasi di Kenagarian Aia Gadang, Kecamatan Pasaman, sekitar 150 rumah warga masih terendam banjir dan 1 Mushola hanyut dibawa air sungai batang pasaman," kata Waluyo.

Banjir kali ini juga memakan korban seorang anak, terbawa arus Sungai Batang Lapu Pegambiran, Kecamatan Parit Koto Balingka saat mandi bersama teman-temannya. Namun anak tersebut ditemukan telah meninggal dunia 600 meter dari lokasi awal mandi.

baca juga: Tunjuk Rosdi Jadi Ketua Tim Pemenangan, ESA: Kemenangan Kita, Kemenangan Rakyat Pasbar

Untuk bantuan saat ini belum disalurkan. Karena Tim gabungan dari Rabu malam hingga Kamis sore fokus terhadap evakuasi warga ke tempat yang lebih aman.

Waluyo memastikan, stok bantuan untuk logistik mencukupi, diantaranya pakaian bekas, mie instan, air mineral dan kebutuhan lainnya. Sementara untuk bantuan beras berasal dari Dinas Sosial.

baca juga: Dapat Nomor Urut 4 di Pilkada Pasbar, Ini Kata Petahana

"Penyebab banjir dan longsor karena intensitas curah hujan yang cukup tinggi melanda daerah Pasaman Barat dari Rabu (7/11) siang sampai Kamis (8/11) pagi," ujarnya.

Waluyo menambahkan, berdasarkan informasi dari BMKG, diperkirakan intensitas curah hujan masih tinggi untuk Kabupaten Pasaman Barat sampai Jumat 9 November 2018.

Ia menghimbau, agar warga yang tinggal di daerah sekitaran aliran sungai besar, perbukitan, pegunungan dan tepi pantai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman bencana yang datang tiba-tiba.

[Irfan PS]

Penulis: Rezka Delpiera