Tahun Depan, Kementerian PUPR Hibahkan Rp850 Miliar Untuk Air Bersih

Ilustrasi warga mengantri air bersih
Ilustrasi warga mengantri air bersih (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

NASIONAL, KLIKPOSITIF -- Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menganggarkan dana hibah sebesar Rp850 miliar untuk ketersediaan air bersih di perkotaan dan pedesaan. Dana tersebut tertuang dalam APBN 2019.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan anggaran itu terbagi untuk di perkotaan senilai Rp700 miliar dengan target 230.000 Sambungan Rumah (SR) dan perdesaan senilai Rp150 miliar dengan target 75.000 SR. 

baca juga: Kemendag Temukan 31.553 Depot Air Minum Tidak Higienis dan Dugaan Pelanggaran Produk Emas

"Program Hibah Air Minum Perkotaan dan Perdesaan merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan akses aman air bersih di Indonesia yang saat ini baru mencapai 72%," katanya.

Ia menyebutkan, Program Hibah Air Minum yang telah dilaksanakan sejak tahun 2010-2018 telah menambah akses air bersih sebanyak 1,2 juta SR dengan jumlah penerima manfaat 6,1 juta jiwa tersebar di 232 Kota/Kabupaten di 32 Provinsi.

baca juga: Anggota DPR RI Hermanto Salurkan Bantuan Pemerintah Bagi 58 Kelompok Tani Dan 200 KK Di Solsel

Sementara itu, Dirjen Cipta Karya Danis H. Sumadilaga mengatakan, pendanaan program ini sejak tahun 2010-2016 berasal dari pinjaman Pemerintah Australia sebesar Rp1,07 triliun. Kemudian  dilanjutkan tahun 2015-2018 dengan pendanaan berasal dari APBN Murni senilai Rp2,34 triliun.

"Kita tidak hanya melihat target sebagai angka saja. Ketersediaan air bersih dan sanitasi sebagai kebutuhan dasar adalah tanggung jawab kita bersama agar generasi muda kita mendapat kebutuhan dasar tersebut," jelas dia. 

baca juga: Pedestrian Aur Tajungkang - Pakan Kurai Bukittinggi Segera Rampung

Program Hibah Air minum diberikan melalui mekanisme di mana Pemerintah Daerah membiayai terlebih dahulu investasi jaringan perpipaan hingga ke sambungan rumah (SR) MBR.

Setelah dilakukan verifikasi, maka Pemerintah Pusat akan mengganti biaya yang dikeluarkan Pemda. 

baca juga: Temui Dirjen Bina Marga, Andre Rosiade dan 9 Kepala Daerah di Sumbar Bahas Mandeknya Pembangunan Tol Padang-Sicincin

Besaran nilai hibah yang akan diterima Pemda adalah sekitar Rp2 juta per SR untuk pemasangan 1-1.000 SR pertama dan akan meningkat Rp3 juta untuk sambungan ke 1.001 dan seterusnya.

Melalui hibah tersebut, masyarakat akan menikmati keuntungan membayar biaya sambungan baru yang lebih murah dari biaya pemasangan SR regular bahkan bebas biaya. 

Mengenai kriteri penerima program hibah air minum perkotaan di antaranya:
(1) Memiliki Perda Penyertaan Modal Pemerintah (PMP)
(2) Kesiapan anggaran APBD tahun berjalan untuk alokasi Penyertaan Modal Pemerintah (PMP) pada DPA tahun di mana program berjalan
(3) PDAM masih memiliki Idle Capacity
(4) Mempunyai daftar calon penerima hibah sesuai dengan kriteria MBR yang telah ditentukan
(5) Telah memiliki Unit Produksi dan Jaringan Distribusi untuk melayani Sambungan Rumah bagi MBR yang diusulkan
(6) Kesiapan dalam menyelesaikan pemasangan SR.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa