Bagaimana Peforma Honda All New PCX 150 Untuk Perjalanan Jauh?

Rombongan pengendara motor Honda All New PCX 150
Rombongan pengendara motor Honda All New PCX 150 (KLIKPOSITIF/Ocky Anugrah Mahesa)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Menikmati perjalanan jauh dengan mengendarai sepeda motor bagi beberapa orang mungkin sangat menyenangkan. Di saat libur, tidak jarang berkendara dengan sepeda motor dijadikan sebagai alternatif melepas penat.

Namun, berkendara jarak jauh pakai sepeda motor bukan berarti tanpa perhitungan. Spesifikasi motor adalah hal utama yang harus diperhatikan untuk menopang keamanan dan kenyamanan pengendara selama perjalanan.

baca juga: Resmi Balapan untuk Repsol Honda Tahun Depan, Ini Kata Espargaro

Beberapa waktu lalu, KLIKPOSITIF mendapatkan kesempatan menikmati perjalanan jauh menggunakan sepeda motor Honda All New PCX 150 di trek sejauh 90 kilometer.

Itu bukan lah jarak yang dekat, tapi tidak pula begitu jauh. Perjalanan ini dilakukan untuk semata-mata menguji kemampuan motor yang diluncurkan pada pertengahan 2018 lalu di Kota Padang untuk pasar Sumatera Barat.

baca juga: Kepindahan Espargaro Berdampak Pada Alex Marquez dan Cal Crutchlow

Kesempatan mencoba motor produksi dalam negeri ini diberikan oleh salah satu main dealer motor Honda -PT Hayati Pratama Mandiri.

Pengujian motor dengan kapasitas mesin 150 cc ini dilakukan di trek jalan datar. Melintasi tiga daerah di Sumbar yakni Padang, Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

baca juga: Jorge Lorenzo Ungkap Satu Faktor yang Bisa Hentikan Marquez

Saat baru memulai perjalanan, motor ini sudah memberikan kesan nyaman. Di putaran bawah, motor ini tidak memberikan daya kejut yang begitu besar sehingga pengendara tidak begitu sulit mengatur laju awal motor matic premium ini.

Torsi 13,2 newton meter milik PCX membuat daya tarik motor ini terkesan halus, tapi tidak melempem. Sebab dari kecepatan bawah sekitar 40 km/jam hingga 60 hingga 70 km/jam hanya membutuhkan waktu kurang lebih tiga detik di trek lurus sepanjang 100 meter.

baca juga: Honda Rilis Motor Sporti Baru Versi Murah

Selama di Kota Padang torsi motor tidak bisa dipacu maksimal. Namun dengan penerapan mesin bertipe SOHC, motor ini cukup lincah saat lalulintas Kota Padang dalam kondisi padat merayap.

Untuk posisi riding, dengan bobot pengendara 80 kilogram dan tinggi 183 centimeter, ketinggian jok motor ini tidak membuat pengendara pegal, sebab posisi kemudi yang lebih dekat dengan badan, motor ini terbilang mudah dikendalikan.

Saat memasuki jalan lintas antar kabupaten, tepatnya memasuki Kabupaten Padang Pariaman, pelan-pelan kecepatan motor mulai dipacu.

Di kecepatan 80 hingga 90 km/jam, motor ini tetap nyaman dikendari, sebab dengan bobot pengendara yang tidak terbilang ringan, sistem suspensi twin teleskopik yang diaplikasikan di bagian depan dan belakang tidak membuat motor ini hilang keseimbangan di jalan menikung tajam dengan kecepatan 60 km/jam.

Tidak hanya itu, di jalan yang tidak rata pun, suspensi motor mampu meredam goncangan sehingga pengendara tetap mudah mengendalikan motor meskipun di tengah kondisi lalulintas ramai.

Meski terbuai dengan kenyamanan motor, tapi kami belum bisa menggeber tenaga motor hingga maksimal. Tapi kesempatan itu kemudian kami coba di jalan Bypass Kota Pariaman.

Di trek sejauh 3 kilometer itu, pengujian torsi motor PCX keluaran 2018 ini dilakukan di trek lurus dan datar. Alhasil, data kecepatan motor yang dirilis oleh Astra Honda Motor (1-100 km/jam hingga 10 detik) dapat dibuktikan.

Namun, yang membuat motor ini patut diunggulkan adalah, kestabilan motor saat torsi maksimal. Motor ini benar-benar tidak goyang sama sekali diterpa angin akibat yang datang dari arah depan pengendara ketika laju motor mencapai 110 km/jam.

Pengujian kemampuan motor All New PCX tidak hanya di jalan datar saja. Kami memilih trek yang sedikit menanjak di jalan penghubung antara pusat Kota Padang ke Pantai Air Manis, Kecamatan Padang Selatan.

Lokasi jalan ini memiliki ketinggian 100 MdPL dengan tingkat kemiringan sekitar 30 derajat. Jalan menanjak ini dimulai dari kecepatan rendah, sekitar 20 km/jam dan dalam kondisi berboncengan.

Dengan bobot penumpang sekitar 40 kilogram ditambah dengan berat pengendara 80 kilogram, ternyata tarikan motor sedikit tidak sebanding saat melaju di jalanan datar.

Jika gas diputar bertahap saat menanjak, kemampuan mesin 150 cc PCX kurang memberikan tarikan yang signifikan, bahkan terbilang pelan. Hanya saja, saat melintas tanjakan yang cukup panjang, motor ini bisa diandalkan ketika sudah memasuki puncak.

Artinya, jika naik secara perlahan di trek menanjak, kemampuan motor ini kurang bisa diandalkan. Namun jika gas dibuka agak sedikit besar, tarikannya mudah dipacu sehingga pengendara tidak perlu khawatir motor akan mundur.

Kesimpulan dari pengujian peforma motor ini adalah, Honda All New PCX150 ini cukup diperhitungkan di pasar matic premium Indonesia. Di tengah ketatnya persaingan dengan pabrikan lain, PT Hayati Pratama Mandiri sudah mampu menjadi pesaing di kelas matic premium.

Hal ini dibuktikan dengan angka penjualan yang terus meningkat sejak motor ini pertama kali diluncurkan pada semester awal tahun 2018 lalu. Tingginya peminat membuat main dealer harus mengindent pemesanan motor, proses tunggunya bervariasi antara 2 hingga 3 bulan.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa