Masyarakat Lintau Buo Keluhkan Perairan, Leonardy: BUMNag Harus Disegerakan

Anggota DPD RI Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa berdialog di aula kantor Camat Lintau Buo Utara
Anggota DPD RI Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa berdialog di aula kantor Camat Lintau Buo Utara (Ist)

TANAH DATAR , KLIKPOSITIF -- Ketua BPRN Lubuk Jantan, Rumzi, mengatakan peningkatan perekonomian bagi warga Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah Datar sangat mendesak. Tiap panen, petani selalu tekor. Tidak sesuai hasil yang didapat dengan biaya pengolahan lahan mulai dari bibit, beli pupuk, biaya panen hingga pengolahan hasil panen.

"Jika kondisi ini dibiarkan seperti ini terus dikhawatirkan tidak ada regenerasi di sektor pertanian. Kini saja petani di Lubuk Jantan banyak yang berusia jelang 60 tahun," kata Rumzi dalam pertemuan antara camat, walinagari, BPRN, KAN dengan Anggota DPD RI Leonardy Harmainy Dt. Bandaro Basa, di aula kantor Camat Lintau Buo Utara.

baca juga: Gagal di Perantauan, Pemuda Pariaman Ini Malah Sukses Kelola Penetasan Telor Ayam

"Kalau kondisi ini terus terjadi, terputuslah mata rantai petani kita. Anak muda bakalan tidak mau terjun ke sektor pertanian," ujarnya, Sabtu, 11 Agustus 2018.

Rumzi mengungkapkan sawah mereka tidak diairi. Kolam yang kadang ada tiga buah di rumah-rumah penduduk tidak menghasilkan karena airnya tidak ada.

baca juga: Kampanye, Paslon Erick Hariyona - Syawal Prioritaskan Pendidikan dan Agama

Bendungan yang belum lama ini dibangun di Lintau Buo Utara tidak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Lubuk Jantan. Irigasi melalui pompanisasi pun belum terealisasi hingga kini.

Mendengat keluhan tersebut, Leonardy mengharapkan walinagari harus optimis menghadapi kondisi hari ini. Generasi muda yang sudah pada merantau didoakan saja agar cepat berhasil.

baca juga: Harga Emas Naik Lagi, Makin Kokoh di Atas Rp 1 Juta Per Gram

"Pak Wali, BPRN dan tokoh masyarakat hanya perlu memikirkan anak nagari yang masih ada di nagari, bagaimana mendidik, membina dan memberdayakan mereka. Gunakan 30 persen dari dana desa yang dialokasikan untuk pemberdayaan ," ungkapnya.

Para generasi muda yang dididik tadi diupayakan mampu menjadikan potensi daerah sebagai produk unggulan daerah. Mereka ini dihimpun, produk mereka dipasarkan oleh badan usaha milik nagari (BUMNag).

baca juga: Positif Covid-19 Sumbar Meningkat, Epidemiolog: Karena Gagal Mengontrol Pergerakan Orang

Ketua DPRD Sumbar periode 2004-2009, mengingatkan BUMNag ini perlu disegerakan. Keuntungan BUMNag bisa digunakan untuk membiayai kegiatan yang bisa dianggarkan dengan dana desa .

Jika BUMNag berkembang dengan baik, pengelolaanya bagus, usaha berkembang bisa saja BUMNag yang mengajukan pinjaman KUR. Anggota kemudian mengajukan pinjaman lunak ke BUMNag.

"Di Lintau Buo Utara BUMNag yang akan menjamin dan mengelola pinjaman pelaku usaha di lingkungannya. Sementara di Lintau Buo mereka usulkan Pengelola Simpan Pinjam Perempuan yang menjamin dan mengelola pinjaman KUR anggota mereka. Kedua bisa direkomendasilan ke pemerintah," ungkapnya. (Joni Abdul Kasir)

Penulis: Eko Fajri