Kadispar Berharap Gempa Tidak Berdampak pada Pariwisata Sumbar

Jam Gadang di Bukittinggi
Jam Gadang di Bukittinggi (KLIKPOSITIF/ Hatta Rizal)

PADANG, KLIKPOSITIF -- Gempa yang mengguncang Sumbar beberapa hari belakangan diharapkan tidak berpengaruh kepada penurunan pengunjung terutama wisata mancanegara (Wisman) ke Sumbar .

Kepala Dinas Pariwisata Sumbar , Oni Yulfian, mengatakan banyak daerah yang menjadi objek wisata di dunia yang sering dilanda gempa namun tidak berpengaruh kepada kunjungan wisman seperti yang terjadi di Jepang.

baca juga: Ada 17 Penambahan Positif COVID-19 di Sumbar per 3 Agustus 2020

Dia berharap Sumbar juga begitu, namun Oni belum mendapatkan data pasti akibat gempa yang terjadi di Lombok dan juga terjadi beberapa kali di Sumbar memiliki dampak pada pariwisata daerah ini atau tidak.

"Saya berharap gempa tidak berdampak terhadap penurunan jumlah wisman ke Sumbar ," katanya kepada KLIKPOSITIF , Kamis, 9 Agustus 2018.

baca juga: Viral Wanita Bakar Bendera Merah Putih, Ngaku Diperintah Pimpinan PBB

Sementara Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Barat mencatat Jumlah wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Sumbar pada bulan Juni 2018 mencapai 4.549 orang. Mengalami peningkatan 51.53 persen dibanding wisman Mei 2018 yang tercatat sebanyak 3.002 orang.

Peningkatan kunjungan wisman tersebut diharapkan tetap akan tumbuh, sehingga apapun kejadian di Sumbar ataupun Indonesia secara umum tidak berpengaruh terhadap pariwisata daerah tersebut.

baca juga: Masih Stabil, Emas Dijual Rp1 Juta Lebih Per Gram

Berdasarkan data BPS per Juni 2018, wisman yang datang ke Sumbar berasal dari Malaysia, Australia, Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Singapura, Tiongkok, Jerman, India dan Jepang. Wisman Malaysia mendominasi sampai ribuan orang berkunjung pada bulan Juni tersebut. Tujuan wisata mereka menyebarkan dibeberapa objek wisata di Sumbar seperti Mentawai, Pessel, Bukittinggi dan Solok Selatan.

Untuk diketahui Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis, pada Minggu (5/8) Kabupaten Kepulauan Mentawai empat kali diguncang gempa bumi berkekuatan 5,6 Skala Richter (SR) sekitar pukul 15.56 Wib.

baca juga: Prabowo Teken Dukungan Gerindra untuk Gibran Jadi Wali Kota Solo

Kurang dari satu jam setelah itu, dari laporan BMKG, Mentawai kembali diguncang gempa berkekuatan 4.4 SR pukul 16.40 Wib berlokasi di 2,26 LS, 99,53 BT pada 114 km Tenggara Kepulauan Mentawai dengan kedalaman 45 km.

Pukul 16.49 Wib, lagi-lagi gempa berkekuatan 4,0 SR mengguncang Mentawai. Gempa susulan ini berada di lokasi 2,30 LS, 99,50 BT di 116 km Tenggara Mentawai pada kedalaman 30 km.

Dua menit setelah itu, Mentawai kembali diguncang gempa berkekuatan 5,1 SR sekitar pukul 16.51 Wib. Lokasi gempa berada di 2,33 LS, 99, 46 BT pada kedalaman 67 km. Namun, dari semua gempa tersebut, analisis BMKG tidak menyebutkan tidak berpotensi tsunami. (Joni Abdul Kasir)

Penulis: Eko Fajri