Beasiswa Dihentikan Karena Mualaf, Ini Kata Menristekdikti

Menristekdikti, Mohammad Nasir.
Menristekdikti, Mohammad Nasir. (internet)

KLIKPOSITIF -- Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ( Menristekdikti ), Mohammad Nasir menyayangkan sikap Pemkab Simalungun, Sumatera Utara yang menghentikan beasiswa mahasiswi Institut Pertanian Bogor ( IPB ) Arnita Rodelina secara sepihak. Penghentian beasiswa tersebut diduga karena Arnita memilih menjadi seorang mualaf.

Baca: Beasiswa Mahasiswi IPB Dicabut Karena Mualaf, Ini Penjelasannya

baca juga: Semen Padang Salurkan Beasiswa di Dumai

Nasir mengatakan, semua Warga Negara Indonesia (WNI) yang mendapatkan fasilitas beasiswa dari pemerintah daerah mempunyai hak yang sama tanpa terkecuali. Termasuk, masalah SARA pun seharusnya tidak disangkut pautkan dalam indikator pencabutan fasilitas beasiswa .

"Prinsipnya kami tidak melihat masalah urusan agama ya. Kami untuk urusan pendidikan jangan sampai gagal. Jadi saya mohon jangan sampai terjadi diskriminasi. Kita sudah enggak ada eranya diskriminasi," kata Nasir saat ditemui di Gedung Kemenristek Dikti, Jakarta Pusat, Jumat (3/8) dilansir dari suara.com, jaringan KLIKPOSITIF .

baca juga: Baznas Luncurkan Bantuan Pendidikan bagi Anak Yatim

Baca juga: Jadi Mualaf Beasiswa Arnita Diputus Pemkab, Ini Penjelasan IPB

Nasir menjelaskan, proses pemberian beasiswa yang diberikan oleh pemerintah daerah bukan menjadi kewenangan Kemenristekdikti. Meski demikian, jika menyangkut masalah keberlangsungan pendidikan warga negara maka pihaknya yang akan turun tangan menyelesaikannya.

baca juga: Pandemi COVID-19, Semen Padang Salurkan Beasiswa Secara Virtual untuk 837 Pelajar dan Mahasiswa

"Saya akan komunikasi sama rektor IPB , apakah betul itu beasiswa berhenti dan tidak dibiayai. Itu nanti rektor akan saya mintai keterangan. Jadi urusan terkait Pemkab bukan urusan kami," ungkap Nasir.

Sebelumnya diberitakan, Arnita, warga Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, kaget karena pemkab setempat secara sepihak memutus dana BUD yang diterimanya. Alhasil, Arnita terpaksa dinonaktifkan oleh rektorat Institut Pertanian Bogor ( IPB ), Jawa Barat. Pihak keluarga menduga, pemutusan sepihak dana BUD itu disebabkan Arnita berpindah agama. (*)

baca juga: Kuliah di ITB, Anak Tukang Ojek di Alahan Panjang Itu Penerima Beasiswa Semen Padang

Penulis: Agusmanto