Ikuti Lomba Menulis Cerita Rakyat Sumbar, Total Hadiah Rp 16 Juta

ilustrasi
ilustrasi (net)

PADANG, KLIKPOSITIF -Pemerintah Provinsi Sumatera Barat menggelar Sayembara Menulis Cerita Rakyat Berbahasa Minang. Kepala Bidang Warisan Budaya dan Bahasa Minangkabau Dinas Kebudayaan Sumbar, Syaifullah mengatakan sayembara ini untuk mengangkat dan menjaga warisan budaya dan Bahasa Minang, khususnya bagi generasi muda.

klik di sini Informasi Lomba Menulis Cerita Rakyat Sumbar 2018

baca juga: Ngejot, Tradisi Berbagi Umat Muslim dan Hindu di Bali

"Ini merupakan salah satu upaya pelestarian budaya Minangkabau sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia," katanya di Padang, Jumat 3 Agustus 2018.

Sayembara serupa pernah dilaksanakan pada 2017 dan mendapatkan sambutan baik dari generasi muda, karena itu kembali digelar pada 2018. Direncanakan kegiatan serupa akan menjadi acara tahunan di bawah Dinas Kebudayaan Sumbar sehingga cerita rakyat yang banyak tersebar secara lisan bisa dikumpulkan dan didokumentasikan.

baca juga: Balanse Madam, Jejak Ekspedisi Rempah Portugis di Sumatera

"Panitia menyediakan hadiah uang tunai total Rp16 juta plus piala dan piagam untuk memotivasi peserta," katanya.

Selain itu 50 orang nominasi diakan diberikan pelatihan agar bisa menulis cerita rakyat secara lebih baik. Ketentuan sayembara, tulisan berangkat dari cerita rakyat yang ada di Sumbar dan menggunakan bahasa Minangkabau. Sedang penulisnya harus berusia 15-25 tahun dan tulisan dibuat untuk semua umur.

baca juga: Pesan Gubernur Kepada Peserta Sumbar yang Ikut Pelayaran Muhibah Budaya dan Festival Jalur Rempah

Peserta boleh mengirimkan naskah lebih dari satu naskah dalam berbagai bentuk, tidak mengandung unsur kekerasan, pornografi dan SARA. Tulisan ditulis menggunakan huruf Time New Roman, ukuran 12 dengan 1.5 spasi di kertas A4. Panjang tulisan antara 3-5 halaman.

Syaifulla mengatakan panitia menerima naskah paling lambat pada 30 Agustus 2018 yang dikirmkan ke alamat email warisanbudaya4@gmail.com.

baca juga: Ratusan Napi Nikmati Pertunjukan Seni Budaya di Lapas Pariaman

Sayembara yang diperuntukkan kepada generasi muda, usia 15-25 tahun ini juga memberikan tiket khusus untuk 50 penulis naskah terbaik.

"Mereka nanti akan diikutsertakan dalam sebuah pelatihan selama tiga hari di Padang. Biaya mereka ditanggung Dinas Kebudayaan Sumbar. Usai pelatihan tersebut, semua peserta akan menyesuaikan kembali naskahnya. Naskah yang sudah disesuaikan tersebut yang akan diadu untuk penilaian akhir," katanya.

Sumbar dengan akar budaya Minangkabau, memiliki tradisi tutur yang kuat dan menyebar hampir di seluruh nagari (desa).

"Banyak cerita rakyat yang tumbuh melalui tradisi lisan itu," ujarnya.

Penulis: Ramadhani