Ini Mekanisme Pengajuan Cuti Kampanye Pejabat yang Disahkan Jokowi

Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (internet)

KLIKPOSITIF -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 tahun 2018 pada 18 Juli 2018. PP tersebut mengatur tentang tata cara pelaksanaan cuti kampanye bagi para pejabat yang mencalonkan diri sebagai anggota DPR, DPRD, DPD atau menjadi pasangan calon presiden dan wakil presiden.

Mengutip laman setkab.go.id, Rabu (25/7), PP ini menerangkan, Presiden dan Wakil Presiden mempunyai hak melaksanakan kampanye sebagai calon Presiden atau Wakil Presiden atau ikut serta dalam kampanye Pemilu . "Dalam melaksanakan kampanye sebagaimana dimaksud, Presiden dan Wakil Presiden harus menjalankan cuti ," bunyi Pasal 30 ayat (2) PP.

baca juga: Tanggapi Hasil Survei Elektabilitas Prabowo, Partai Gerindra: Pemilu 2024 Masih Lama

Dalam PP ini juga menerangkan, Menteri atau pejabat setingkat menteri, dapat melaksanakan kampanye apabila yang bersangkutan berstatus sebagai anggota partai politik atau anggota tim kampanye atau pelaksana kampanye yang sudah didaftarkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Sedangkan untuk Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota dapat melaksanakan kampanye apabila yang bersangkutan sebagai calon Presiden atau Wakil Presiden, berstatus anggota partai politik atau anggota tim kampanye atau pelaksana kampanye yang sudah didaftarkan ke KPU.

baca juga: Demokrat Tetap Mau Bahas Revisi UU Pemilu, Muhammad Qodari Nilai Ini Penyebabnya

Pada PP ini menjelaskan, Menteri dan pejabat setingkat menteri, seperti Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus mengajukan cuti saat kampanye . Kemudian pada Pasal 33 menegaskan, dalam melaksanakan kampanye pemilihan umum memperhatikan keberlangsungan tugas penyelenggaraan negara dan penyelenggaraan pemerintahan daerah.

Cuti Presiden, Wakil Presiden, Menteri dan pejabat setingkat menteri, Gubernur, Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, Wali Kota dan Wakil Wali Kota untuk melakukan kampanye pemilihan umum disesuaikan dengan jangka waktu kampanye pemilihan umum," bunyi Pasal 33 PP.

baca juga: Belum Dilantik, 2 Wali Kota Terpilih di Sumut Meninggal Dunia

Untuk pelaksanaan cuti Presiden dan Wakil Presiden yang akan melaksanakan kampanye , berdasarkan PP tersebut, dilaksanakan secara bergantian dengan memperhatikan pelaksanana tugas dan kewajiban sebagai presiden dan wakil presiden. Jadwal cuti kampanye Pemilu itu paling lambat tujuh hari kerja sebelum pelaksanaan kampanye .

Menteri dan pejabat setingkat menteri melaksanakan cuti selama satu hari kerja sebelum pelaksanaan cuti kampanye pemilihan umum. Sementara, hari libur merupakan hari bebas untuk melakukan cuti kampanye pemilihan umum di luar ketentuan cuti sebagaimana dimaksud.

baca juga: Profil 2 Pejabat Agam yang Meninggal Akibat Kecelakaan di Madina

PP ini juga menyebutkan, dalam hal terdapat tugas pemerintahan yang mendesak dan harus segera diselesaikan, presiden dapat memanggil menteri dan pejabat setingkat menteri yang sedang melakukan kampanye pemilihan umum. PP ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan. Di mana telah diundangkan oleh Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna H. Laoly pada 19 Juli 2018 lalu. (*)

Penulis: Agusmanto