Trik Pemerintah Jaga Rating Kemudahan Berusaha dari Bank Dunia

Ilustrasi
Ilustrasi (Net)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bank Dunia menempatkan Indonesia di peringkat ke 72 untuk kategori negara dengan kemudahan berusaha (essy of doing business(EoDB) pada tahun 2018.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, posisi Indonesia naik 15 peringkat yang mana berada di posisi ke 91 dari 106 negara yang dinilai di tahun 2017 lalu.

baca juga: Bersiap untuk Pasar Asia Pasifik, Royal Enfield Rakit Motornya di Thailand

Dengan pencapaian tersebut, Kementerian Koordinator Perekonomian mengklaim bahwa pemerintah telah mengetahui kiat menjaga posisi tersebut.

Kiat-kiat tersebut kata Menko Darmin Nasution, sudah menjadi prioritas dan menjadi fokus perbaikan untuk mendongkrak posisi Indonesia di tahun 2019 mendatang.

baca juga: Muncul Varian Baru COVID-19, Pasar Saham dan Harga Minyak Anjlok

Indikator-indkator tersebut adalah indikator dengan peringkat di atas 100. Indikator yang akan jadi prioritas untuk diperbaiki diantaranya Starting Business (144), Dealing with Construction Permits (108), Registering Property (106).

Kemudian Enforcing Contracts (145), Paying Taxes (114) dan Trading Across Borders (112). 

baca juga: Emas Dunia Menguat Tipis, Terpicu Dolar AS yang Melemah

"Kita akan banyak fokus kepada indikator-indikator yang masih jelek. Cara ini ditempuh untuk memastikan kita bisa mencapai perbaikan yang berarti pada tahun ini," katanya.

Darmin menjelaskan perbaikan di indikator-indikator tersebut sangat penting. Pasalnya Presiden Joko Widodo menargetkan agar EoDB Indonesia berada di posisi ke-40.

baca juga: Menkeu: Pemerintah Berencana Tak Keluarkan Surat Utang Negara

Terkait hal tersebut, pemerintah akan segera melakukan sejumlah perbaikan khususnya dari aspek izin, prosedur dan waktu agar peringkat kemudahan berusaha di Indonesia semakin meningkat.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa