Wisran Hadi, Teater dan Hidupnya

Wisran Hadi (almarhum), seniman, budayawan, penulis naskah drama dan pegiat teater
Wisran Hadi (almarhum), seniman, budayawan, penulis naskah drama dan pegiat teater (net)

PADANG, KLIKPOSITIF  -Wisran Hadi adalah seorang teaterawan kenamaan Indonesia, yang lahir dan berkiprah di Sumatra Barat.  Ia lahir di Lapai, Padang,  27 Juli 1945, dan meninggal pada 28 Juni 2011 di usia ke-65 tahun. Nama Wisran Hadi dikenal publik teater Indonesia sejak tahun 1970-an ketika ia mendirikan grup Bumi Teater dan mementaskan karya-karya teater yang disutradarainya.

Bumi Teater berdiri tahun 1976. Grup ini diprakarsai oleh Wisran Hadi bersama beberapa seniman-budayawan di Padang. Bersama kelompok inilah, Wisran Hadi mementaskan banyak karya-karya teater fenomenal, yang menuai pembicaraan dari masyarakat secara luas. Perhatian itu tidak saja datang dalam bentuk tepuk-tangan, melainkan juga dalam bentuk protes dan gugatan! Pasalnya, cerita yang diangkat dalam pementasan-pementasan Bumi Teater bagi sebagian orang, dianggap mengusik marwah alam pikiran kaum tradisional.

baca juga: Panjat Tebing - Tiga Atlet Sumbar Lolos pada Babak Kualifikasi

Bumi Teater tampak identik dengan karya-karya yang rawan menuai kontroversi masyarakat. Sebut saja karya teater (lakon) berjudul Malin Kundang, di mana sosok dalam legenda itu diceritakan bukanlah anak yang durhaka, karena itu Malin Kundang tidaklah menjadi batu. Atau dalam lakon Imam Bonjol, sosok Imam Bonjol dikenal sebagai pahlawan gagah dan berani, dihadirkan sebagai manusia yang juga punya rasa takut, kadang ragu, bahkan kadang bisa berkompromi dengan keadaan.

Dalam lakon-lakon karya Wisran Hadi, hal-hal yang berbau ‘penyelewengan’ atau bahkan ‘penjungkir-balikan’ narasi tradisional seringkali hadir. Cerita itu adalah wujud parodi, kritik, dan ‘cimeeh’ terhadap pikiran-pikiran awam yang kadung melembaga di masyarakat. Namun begitu, pementasan-pementasan Bumi telah melahirkan berbagai dialog wacana yang penting dan bernilai bagi kehidupan.

baca juga: Usai Kunjungan Andre Rosiade-Kepala Daerah, Erick Thohir Turunkan Tim ke Sumbar

Tidak dalam wilayah wacana saja, dalam wilayah estetika, karya-karya produksi Bumi Teater telah mengantarkan sumbangsih yang besar bagi pembaruan teater dan seni secara umum. Karya-karya hasil tangan Wisran Hadi disebut-sebut menonjol dengan pengolahan bahasa yang pengucapan teater yang sangat mumpuni.

Bagi pengamat dan para kritikus teater, karya-karya Wisran Hadi adalah karya-karya yang mempesona, intelek, dan dianggap berbeda. Maka dalam kurun tahun 1976 sampai 1996, karya-karya drama-nya berturut-turut didapuk sebagai pemenang dalam sayembara DKJ. Naskahnya yang berjudul Jalan Lurus mendapat penghargaan Hadiah Buku Sastra Terbaik Pertemuan Sastrawan Nusantara dan Pertemuan Sastrawan Indonesia. Selain itu, Wisran Hadi juga pernah menerima anugrah Sea Write Award 2000 dari pemerintah Kerajaan Thailand.

baca juga: PON XX Papua 2021 Gantole Sumbar Masih Catatkan Nilai Positif

Begitu menumpuknya prestasi yang diukir oleh seorang Wisran Hadi. Prestasi-prestasi itu menghidupkan, tidak saja marwah dan semangat Wisran Hadi sendiri, tapi juga marwah dan semangat Bumi Teater beserta seniman-seniman di dalamnya secara keseluruhan. Bahkan, lebih jauh lagi, prestasi-prestasi itu membangkitkan marwah Sumatra Barat sebagai satu daerah administratif. Teruntuk dunia teater Sumatra Barat Wisran adalah maestro yang dimiliki daerah ini. Pencapaiannya begitu jauh, melebihi apa yang pernah dicapai pelaku-pelaku teater lainnya, baik di masa sebelum atau sesudah Wisran Hadi.

Penulis: Ramadhani