KLHK Masih Lengkapi Berkas Dugaan Pengrusakan Mande

Tim penyidik KLHK saat meninjau lokasi Mandeh yang tampak rusak, Jumat 20 Oktober 2017.
Tim penyidik KLHK saat meninjau lokasi Mandeh yang tampak rusak, Jumat 20 Oktober 2017. (KLIKPOSITIF/Kiki Julnasri)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Tim penyidik Direktorat Jenderal Penegak Hukum Lingkungan dan Kehutanan (Ditjen-Gakkum), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) terus melakukan penyelidikan kasus pengrusakan kawasan wisata bahari terpadu (KWBT) Mandeh, di Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan ( Pessel ), Sumatera Barat, dan dua orang segera ditetapkan sebagai tersangka.


"Intinya masih proses sidik. Dari dugaan yang ada, kita akan temukan siapa pelaku dan tersangkanya. Setelah itu, kita periksa dan lengkapi berkas perkara. Berkas selesai, kita serahkan (kepada jaksa-Red)," sebut Kepala Sub Direktorat Penyidikan Perusakan Lingkungan, Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK, Shaifuddin Akbar ketika mendatangi kantor DLH Pessel belum lama ini.

baca juga: Kabar Gembira! Diskon Tambah Daya "Super Merdeka" untuk UMKM dan IKM Kembali Diperpanjang Hingga Akhir Tahun


Ia menjelaskan, dalam penyidikan kasus perusakan lingkungan di Mandeh ini, pihaknya masih dalam proses melengkapi berkas dua pelaku. Namun, sejauh itu pihaknya masih enggan untuk mengungkapkan secara jelas dua nama pelaku tersebut.

"Saya belum bisa katakan, kalau sudah tersangka baru bisa disampaikan," katanya pada awak media.

baca juga: DPR Harap KONI Konsisten Bantu Pembinaan Atlet Nasional

Ia menambahkan, proses kasus perusakan Mandeh akan terus berlanjut, dalam penyidikan KLHK. Proses kasus ini, telah dilakukan sesuai ketentuan dan prosedur hukum yang ditetapkan.


"Pokoknya kita lakukan saja prosedur yang ada di kita. Sementara yang sudah kita lakukan sidik, ada dua pelaku dan ini menunggu proses selanjutnya," pungkasnya Kepala Sub Direktorat Penyidikan Perusakan Lingkungan, Kebakaran Hutan dan Lahan, KLHK dalam menangani kasus tersebut.

baca juga: Besok Bawaslu Sumbar Akan Plenokan Kasus Kasatpol PP Padang


Menanggapi persoalan itu, Bupati Pessel , Hendrajoni menginginkan proses penetapan tersangka perusakan Mandeh harus dilakukan sesuai prosedur. Pihaknya tidak akan melakukan tebang pilih atau melakukan diskriminasi dalam menegakan hukum.


"Dari kita, hanya bisa katakan tegakan aturan. Saya hanya menyerahkan kasus ini, sesuai dengan kewenangan saya. Siapa yang melakukan pelanggaran, harus ditindak," tegasnya. (Kiki Julnasri)

baca juga: Kemenperin: Lebih Rp32,5 Triliun Investasi Baru Akan Masuk pada Sektor Agro

Penulis: Eko Fajri