Semen Padang Raih Dua Penghargaan dari Dinas Lingkungan Hidup

Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kaspasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Petriawati (kanan) menyerahkan penghargaan kepada Kepala Biro CSR Semen Padang Muhamad Ikrar
Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kaspasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar, Petriawati (kanan) menyerahkan penghargaan kepada Kepala Biro CSR Semen Padang Muhamad Ikrar (klikpositif)

PADANG, KLIKPOSITIF PT Semen Padang berhasil meraih dua penghargaan Pendidikan Lingkungan dan Produksi Bersih 2016 dari Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar , Selasa (3/10). Kedua penghargaan itu diraih, karena Corporate Social Responsibility ( CSR ) perusahan yang berbasis di Indarung, Kota Padang itu, dianggap telah menjalankan amanat UU No 32 tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup.

Kepala Biro CSR Semen Padang Muhamad Ikrar mengatakan, penghargaan ini diraih tidak terlepas dari konsistensi CSR Semen Padang yang terus menerapkan konsep triple bottom line dalam pengelolaan perusahaan. Dimana, kata Ikrar, terdapat tiga pilar yang menjadi fokus perusahaan. Salah satunya, yaitu pilar planet yang di dalamnya terdapat berbagai program peduli lingkungan .

baca juga: Tanah Datar Sudah Kirim 5.939 Sampel, 557 Orang Terkonfirmasi Positif COVID-19

Namun terlepas dari hal tersebut, kata Ikrar, bagi Semen Padang penghargaan yang diraih ini tentu saja menjadi tolak ukur untuk mengetahui sejauh mana kapasitas pengelolaan CSR . "Jadi melalui penghargan ini, kami tahu di mana posisi kepedulian perusahaan terhadap lingkungan . Kemudian, penghargaan ini juga menjadi penyemangat perusahaan agar lebih baik ke depan,“ kata Ikrar usai menerima penghargaan di Aula Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar .

Kasi Peningkatan Kapasitas Lingkungan di Dinas Lingkungan Hidup Sumbar , Dasril SP menuturkan bahwa dua penghargaan tersebut diberikan, karena PT Semen Padang sudah banyak berkontribusi kepada lingkungan . Seperti penghargaan Pendidikan Lingkungan misalnya. Dalam hal ini, CSR Semen Padang dianggap peduli terhadap lingkungan sekolah-sekolah yang ada di sekitar perusahaan.

baca juga: Melalui Virtual Charity Run and Ride PLN, Sambung Listrik Gratis untuk Lebih Ribuan Rumah di Sumatera dan Kalimantan Barat

“Salah satunya, SD Bustanul Ulum di Batu Busuk, Kecamatan Pauh. Bahkan sekolah yang dibina CSR Semen Padang itu, berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri 2017. Jadi, atas dasar itulah penghargaan Pendidikan Bersih kami berikan kepada PT Semen Padang ,” ujarnya.

Sedangkan untuk penghargaan Produksi Bersih, kata Dasril melanjutkan, diberikan karena PT Semen Padang termasuk sebagai perusahaan yang terus melakukan penghematan terhadap sumber daya seperti air dan listrik. 

baca juga: SE Larangan Pernikahan Masih Belum Dicabut

"Di samping penghematan, PT Semen Padang juga dianggap sebagai perusahaan yang mengelola limbahnya dengan baik, sehingga dapat mengurangi dampak lingkungan ,” bebernya.

Kabid Pengelolaan Sampah Limbah B3 dan Peningkatan Kaspasitas Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Sumbar , Petriawati menyebut selain PT Semen Padang , juga ada empat perusahaan lainnya di Sumbar yang diberikan penghargaan. 

baca juga: Ini 3 Tugas Pokok LPM di Tengah Masyarakat

Ke empat perusahaan itu adalah PT Gersindo Minang Plantion di Kabupaten Pasaman Barat dan PT Tirta Investama di Kabupaten Solok. Kedua perusahaan itu, diberikan penghargaan Kantor Ramah Lingkungan .

Kemudian PT Tidar Kerinci Agung di Dharmasraya dan PT Bakrie Pasaman Plantation di Pasaman Barat. “Untuk PT Tidak Kerinci Agung, kami berikan dua penghargaan, yaitu kategori Konservasi SDA dan Energi Terbarukan. Sedangkan PT Bakrie Pasaman Plantation di Pasaman Barat, diberikan penghargaan kategori Konservasi SDA,” bebernya.

Masing-masing penghargaan ini, tambahnya, tidak serta merta diberikan, karena ada beberapa indikator yang harus dipenuhi. Di antaranya, mengirimkan profil CSR , dan dokumen-dokumen kegiatan lingkungan yang telah dilakukan CSR masing-masing perusahaan ke Dinas Lingkungan Hidup.

"Profil dan kegiatan tersebut kemudian kami evaluasi. Di samping itu, kami juga melakukan penilaian ke lapangan untuk mengetahui apakah program lingkungan CSR masing-masing perusahaan benar-benar tepat sasaran atau tidak,” tuturnya.(*)

Penulis: Riki