Ini Cara Hindari Korsleting Listrik di Rumah Anda

Ilustrasi
Ilustrasi (memperbaiki.com)

KLIKPOSITIF - Positifers, Korsleting listrik adalah hal yang tidak boleh Anda remehkan. Karena banyak kasus kebakaran yang terjadi dikarenakan korsleting listrik .

Data pada 2002-2011 menunjukkan sekitar 63% kebakaran permukiman di Indonesia disebabkan oleh korsleting listrik , 10% oleh api dari lampu minyak dan lilin, 5% dari rokok, 1% dari kompor, dan lainnya.

baca juga: Rumah Dilalap Api, Nenek 86 Tahun Meninggal Terbakar di Lubeg Padang

Korsleting listrik atau hubungan pendek merupakan suatu hubungan dengan tahanan listrik yang sangat kecil yang mengakibatkan aliran listrik yang sangat besar. Kalau tidak ditangani bisa mengakibatkan ledakan dan kebakaran .

Nah, berikut ini ada beberapa langkah yang bisa Anda lakukan untuk menghindari konsleting listrik :

baca juga: Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Kejagung Ditetapkan Besok

1. Jangan menumpuk steker atau colokan listrik terlalu banyak pada satu sumber listrik , karena berpotensi menimbulkan panas berlebihan yang bisa menyebabkan kebakaran .

2. Gunakan material listrik seperti kabel, saklar, stop kontak, steker yang telah terjamin kualitasnya dan berlabel SNI (Standar Nasional Indonesia)

baca juga: Andre Tuntaskan Janji, Ratusan Pedagang SPR Pasar Raya Padang segera Pasang Listrik Gratis

3. Gunakan pemutus arus listrik (sekering) yang sesuai dengan daya tersambung, jangan dilebihkan atau dikurangi

4. Jika sekring putus jangan menyambung dengan serabut kawat yang bukan fungsinya karena setiap sekring telah diukur kemampuan menerima beban tertentu

baca juga: Gandeng MKI, PLN Gelar Virtual Charity Run and Ride, Apa Itu?

5. Gunakan jenis dan ukuran kabel sesuai peruntukan dan kapasitas hantar arusnya

6. Jangan biarkan ada kabel yang terkelupas atau terbuka sambungannya

7. Hindari pemakaian listrik secara ilegal.

8. Hindari menggunakan tusuk kontak terlalu longgar

9. Serahkan pada instalatir resmi untuk pemasangan baru atau menambah instalasi listrik di rumah atau bangunan.

Editor: Khadijah