Mengenal Marshall McLuhan, Si Peramal "Desa Global"

Erbert Marshall McLuhan
Erbert Marshall McLuhan (net)

KLIKPOSITIF --  Google Doodle hari ini merayakan hari kelahiran Marshall McLuhan ke-106. Siapa dia? McLuhan dikenal sebagai tokoh teori komunikasi dan kritikus asal Kanada. Dia lahir di Edmonton, Kanada, 21 Juli 1911.

Erbert Marshall McLuhan terkenal karena memiliki salah satu prediksi paling tajam untuk abad ke-20. Filsuf dan intelektual meramalkan lahirnya internet , 35 tahun sebelum hal itu terjadi.

baca juga: Pemerintah Perpanjang Diskon PPnBM DTP Hingga Akhir Tahun, Beli Mobil Baru Bebas Pajak

Pada hari ulang tahun McLuhan yang ke-106 dia dihormati dengan Google Doodle.

Teori unggul McLuhan adalah idenya bahwa sejarah manusia dapat dibagi menjadi empat era, yaitu usia akustik, usia sastra, usia cetak dan usia elektronik. Dia menggariskan konsep tersebut dalam sebuah buku tahun 1962 berjudul The Gutenberg Galaxy, yang dirilis saat televisi mulai menjadi populer.

baca juga: Pemerintah Prioritaskan Aspek Berkelanjutan dalam Pemulihan Ekonomi Nasional

Dia meramalkan dunia memasuki era ke empat, elektronik, yang akan ditandai oleh komunitas orang yang disatukan oleh teknologi.

Dia menyebutnya "desa global" dan mengatakan akan menjadi usia ketika setiap orang memiliki akses ke informasi yang sama melalui teknologi. "Desa global" bisa dipahami sebagai internet .

baca juga: Penerapan Ganjil-Genap di Kawasan Wisata Akan Diterapkan di Seluruh Indonesia, Menhub: Cegah Kepadatan

Dalam buku tindak lanjutnya, Understanding Media, dia memperluas teori untuk menunjukkan metode komunikasi daripada informasi itu sendiri akan menjadi fakta paling berpengaruh dari era elektronik.

Ia menjadi guru bahasa Inggris paling terkenal di abad ke-20, sebuah prestise yang hanya tumbuh dengan merealisasikan visinya tentang "komputer sebagai alat penelitian dan komunikasi".

baca juga: Longsor, Dua Unit Rumah Tertimbun dan Akses Jalan di Nyiur Melambai Pessel Tertutup Material

Pada abad ke-21 orang memiliki dunia informasi di ujung jari mereka pada smartphone, tablet dan laptop. Internet telah memfasilitasi penghancuran hambatan global dan demokratisasi pengetahuan.

Prediksi McLuhan menyebabkan kegilaan di AS, dengan majalah dan penulis profil tinggi berkumpul di sekelilingnya. Dia adalah subjek artikel Tom Wolfe berjudul "Bagaimana jika dia benar?" Yang diterbitkan di New York Magazine.

Teorinya mempengaruhi filsuf Prancis Jean Baudrillard, Pierre Elliott Trudeau, ayah perdana menteri Kanada, dan seniman Andy Warhol. (*)

Sumber: telegraph

Penulis: Eko Fajri