Diduga Izin Sudah Dicabut, Perusahaan Pengolahan Kayu di Dharmasraya Ini Masih Beroperasi

Aktivitas PT Banyu Argo Setia Perima Masih Berjalan
Aktivitas PT Banyu Argo Setia Perima Masih Berjalan (Cecep/Klikpositif)

DHARMASRAYA , KLIKPOSITIF -- Keberadaan pengolahan kayu bulat (somel) yang berada di Jorong Muaro Momong, Nagari Sungai Kambuik, Kecamatan Pulau Punjung- Dharmasraya menjadi tanda tanya. Pasalnya, izin usaha somel berlabel PT Banyu Argo Setia Perima itu diduga sudah dicabut pihak berwenang, namun aktivitas pengolahan masih berjalan.

Pantauan KLIKPOSITIF , Rabu 12 Juli 2017 di lokasi, tampak aktivitas pengolahan kayu masih berlangsung. Kayu bulat dibentuk menjadi beberapa potongan dan langsung dimuat ke mobil truck. Tampak sekitar empat unit truck terparkir di lokasi yang persis berada di pinggir Sungai Batang Hari itu.

baca juga: Ninik Mamak Sembilan Koto Siap Menangkan SR-Labuan untuk Lanjutkan Pembangunan di Dharmasraya

Belasan pekerja juga tampak asik bekerja. Namun, saat dimintai keterangan, tak satupun yang mengaku berkapasitas untuk menjawab.

Koordinator Dinas Kehutanan Sumbar wilayah Kabupaten Dharmasraya , Ali Nafri saat dikonfirmasi mengatakan benar mendapatkan informasi jika somel yang dimiliki pengusaha bernama Dedi Asmara tersebut izinnya sudah dicabut. Sebab, sudah menyalahi aturan. Aturan yang dimaksud Ali Asmar, adalah kayu milik Dedi Asmara pernah tertangkap di Provinsi Lampung dan telah menyalahi aturan hukum.

baca juga: Tiga Hari Bersama Konstituen, Andre Rosiade Salurkan Bantuan dan Aneka Pelatihan

"Saya mendapat kabar, izin somel sudah dicabut kemenkumham. Hal itu otomatis terjadi karena kayunya pernah tertangkap dan tidak memiliki dokumen yang sah. Bahkan yang bersangkutan informasinya juga sudah ditetapkan sebagai DPO," ungkapnya.

Dedi yang dikonfirmasi atas persoalan tersebut menyangkal jika usaha somelnya tidak berizin atau izinnya sudah mati. Dia justru enggan dimintai konfirmasi dan melempar untuk menanyakan perihal tersebut ke perizinan yang berada di Kota Padang.

baca juga: Kunjungi Dharmasraya, Andre Rosiade Tampung Aspirasi Masyarakat Pulau Punjung

"Kalau wartawan nanya perizinan ke Padang saja pak, jangan ke saya. Izin somel itu gak ada masa berlakunya. Berlaku terus," ucapnya dikonfirmasi wartawan via ponsel.

Terpisah, Kapolres Dharmasraya , AKBP Roedy Yoelianto mengatakan akan menyelidiki persoalan tersebut. "Nanti saya coba cek kasat Reskrim," tegasnya.

baca juga: Pasangan SR-Labuan Dapat Dukungan dari Masyarakat Pulau Punjung yang Puas dengan Kinerja Sutan Riska Sebelumnya

[Cecep]

Penulis: Rezka Delpiera