Kata Ferizal Terkait Masih Rendahnya Taraf Pendidikan di Limapuluh Kota

Ferizal Ridwan Menghadiri Perpisahan di SMP Negeri 1 Lareh Sago
Ferizal Ridwan Menghadiri Perpisahan di SMP Negeri 1 Lareh Sago (Ade Suhendra/Klikpositif)

LIMAPULUH KOTA , KLIKPOSITIF -- Wabup Limapuluh Kota Ferizal Ridwan meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan membuat formulasi serta perencanaan program pendidikan untuk jangka panjang.

Ini menyikapi masih rendahnya taraf pendidikan Limapuluh Kota yang berada di angka 6,5 tahun atau belum memenuhi program wajib belajar 9 tahun.

baca juga: Semen Padang Schools, Sekolah dengan Segudang Prestasi dan Pencetak Siswa Berkualitas

Ferizal mengatakan, pendidikan dan pembinaan karakter bagi para siswa atau peserta didik di Kabupaten Limapuluh Kota jangan terhenti di jenjang pendidikan bangku sekolah. Namun, proses pendidikan tersebut menurutnya terus berlanjut ke jenjang yang lebih tinggi hingga benar-benar mencapai tujuan dari pendidikan itu sendiri.

"Artinya, saya menginginkan kita semua mengkaji, bagaimana cita-cita pendidikan itu benar-benar terwujud. Mulai dari perencanaannya hingga dapat diformulasikan secara jangka panjang," kata Ferizal saat acara perpisahan kelas IX di SMP Negeri 1 Lareh Sago Halaban, Selasa 16 Mei 2017.

baca juga: Pemko Payakumbuh Gunakan Teknologi untuk Mengolah Limbah IPLT Jadi Pupuk Organik

Ia berharap, taraf pendidikan di Limapuluh Kota bisa mencapai dan memenuhi program wajib belajar 9 tahun. Sebab menurutnya jika diakumulasikan antara rata-rata lulusan pendidikan tinggi dengan jumlah penduduk yang putus sekolah, bisa dikalkulasikan jika taraf pendidikan masyarakat di Limapuluh Kota masih rendah di banding daerah lain.

"Oleh sebab itu, pemkab ke depan membutuhkan kajian-kajian serta evaluasi untuk bagaimana menciptakan terobosan di bidang pendidikan , untuk meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM),"

baca juga: Ingin Bersepeda di Payakumbuh dan Lima Puluh Kota, Inilah Spot Menarik Yang Wajib Dikunjungi

"Kemudian kami juga mengajak seluruh insan peserta didik menyadari arti pentingnya pendidikan untuk kelangsungan kehidupan," ujar Ferizal Ridwan yang akrab disapa Buya Feri ini.

Ia menjelaskan, kualitas hidup yang sebenarnya tidak hanya sebatas sampai dimana seseorang berhasil menggapai cita-cita dan kebutuhan materil. Tapi bagaimana para anak didik mampu mempergunakan dan berfungsi menciptakan generasi terdidik bagi pembangunan daerah.

baca juga: Jaga Keindahan Kawasan Batang Agam, Satpol PP Payakumbuh Tertibkan 35 Lapak PKL

"Ini lah yang harus kita sadari bersama termasuk bagaimana, mengatasi persoalan kekurangan guru. Saat ini kebijakan Pemerintah Pusat yang meniadakan penerimaan atau pengangkatan Pegawai Negeri Sipil (PNS) sejak 2010 silam, secara tidak langsung berdampak terhadap kondisi kekurangan guru PNS di banyak sekolah negeri," katanya.

Sehingga kondisi ini menurutnya berbanding terbalik dengan angka pensiun PNS yang mencapai sekitar 400-an orang setiap tahun. Sementara kebutuhan akan tenaga guru PNS sangat tinggi dan berakibat bahwa sekolah terpaksa memberdayakan guru honor.

"Ini semua harus dipikirkan dan diformulasikan ke depan agar taraf pendidikan dan IPM kita bisa meningkat," ujarnya.

[Ade Suhendra]

Penulis: Rezka Delpiera