Perluas Program Bansos, Indonesia dapat 200 Juta USD dari Bank Dunia

Ilustrasi
Ilustrasi (ABS-CBN News)

EKONOMI, KLIKPOSITIF -- Bank Dunia mengucurkan dana sebesar 200 Juta Dolar AS untuk pemerintah Indonesia, dana tersebut merupakan bantuan tunai bersyarat untuk perluasan program bantuan sosial .

Dikabarkan, fokus penggunaan dana tersebut bakal diperuntukan perluasan Program Keluarga Harapan, penguatan implementasi program dan koordinasi yang lebih baik dengan program-program bantuan sosial pendukung lainnya.

baca juga: Bank Dunia Isyaratkan Perubahan Iklim Bisa Paksa Ratusan Juta Orang Bermigrasi dalam 30 Tahun Kedepan

Dengan adanya tersebut, pemerintah juga bakal meningkatkan jangkauan program dari 3,5 juta keluarga pada 2015 silam menjadi sebanyak 10 juta atau sekitar 15 persen dari total penduduk hingga akhir 2020 mendatang.

Dikutip dari CNN, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia Rodrigo A Chaves mengatakan, perluasan PKH dan program sosial lainnya diharapkan bisa menurunkan angka kemiskinan dan ketimpangan sosial.

baca juga: Pemerintah Akan Kucurkan Bantuan ke PKL dan Warung, Ini Jumlah Kuota Penerimanya

"Dengan memperluas bantuan sosial , Indonesia telah mengambil langkah maju untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan. Tidak hanya dalam waktu dekat, tapi juga untuk memperbaiki masa depan anak-anak keluarga miskin lewat layanan pendidikan, dan kesehatan yang lebih baik," katanya.

Dengan perluasan tersebut, lanjutnya, pemerintah mengambil langkah awal untuk memastikan bahwa program bantuan sosial yang paling efektif ditingkatkan untuk memberi dampak maksimal bagi masyarakat miskin dan rentan.

baca juga: Pekerja yang Terkena PHK Tetap Berhak dapat BSU, Asal Syarat Ini Terpenuhi

"Setelah itu semua provinsi di Indonesia sekarang terlayani. PKH akan menjadi program bantuan tunai bersyarat kedua terbesar di dunia, setelah Brasil, dari lebih 70 negara yang menerapkan program serupa," kata Pablo Ariel Acosta, Ekonom Senior Bank Dunia .

Adapun sebutnya, perluasan cakupan lebih lanjut akan dilengkapi dengan penetapan sasaran yang lebih baik, terutama di antara penduduk rentan yang mudah jatuh di bawah garis kemiskinan akibat berbagai guncangan.

baca juga: BSU Ditargetkan Selesai Oktober, Ini Mekanisme Penyalurannya

Selain itu, ke depan, program akan fokus pada daerah tertinggal dan terpencil yang memiliki jumlah masyarakat adat yang tinggi.(*)

Penulis: Ocky Anugrah Mahesa