WHO Akan Produksi Biosimilars untuk Pengobatan Kanker

Ilustrasi
Ilustrasi (net)

KLIKPOSITIF -- World Health Organization ( WHO ) tahun 2017 akan meluncurkan proyek obat biosimilar, untuk pengobatan kanker, yang dapat membantu penyembuhan penyakit tersebut.

Dilansir dari laman resmi WHO , dijelaskan WHO akan akan mengundang produsen obat untuk mengajukan penawaran untuk prakualifikasi versi biosimilar dari dua produk daftar obat esensial WHO , yakni Rituximab (Digunakan untuk mengobati limfofa non-hodgkin dan Leukimia Limfositik Kronis) dan Trastuzumab (Digunakan untuk megobati kanker payudara).

baca juga: Studi Ungkap Teh Hijau Bisa Tekan Dampak Aterosklerosis

Obat Biotherapeutic yang tidak jauh berbeda dengan biosimilar dihasilkan dari sumber biologis seperti sel serta bukan bahan kimia yang disintesis merupakan perawatan penting untuk beberapa jenis kanker dan penyakit tidak menular lainnya.

Seperti obat pada umumnya, biosimilar dapat membantu meningkatkan akses terhadap pengobatan di negara-negara dengan sumber daya rendah dan meningkatkan solusi untuk meningkatkan biaya kesehatan di negara-negara berpenghasilan tinggi.

baca juga: Virus Corona Diduga dapat Menyebar di Udara, Ilmuwan Rancang Filter Udara

"Pembaharu produk Biotherapeutic seringkali menetapkan harga yang terlalu mahal untuk banyak negara, jadi biosimilar adalah kesempatan bagus untuk memperluas akses dan dukungan banyak negara untuk mengatur dan menggunakan obat-obatan ini," kata Dr Marie-Paule Kieny, Asisten Direktur Jenderal untuk Sistem dan Inovasi Kesehatan WHO .

Jika WHO menemukan bahwa biosimilar yang diajukan untuk prakualifikasi sebanding dengan produk pencetus dalam hal kualitas, keamanan dan kemanjuran, obat-obatan tersebut akan masuk dalam daftar WHO karena memenuhi syarat untuk pengadaannya di PBB.

baca juga: Pemko Padang Klaim Tidak Ada Sampah Medis Berceceran di TPS Selama Pandemi Covid-19

Banyak negara berpenghasilan rendah dan menengah juga mengandalkan prakualifikasi WHO sebelum membeli obat-obatan. Manfaat dilakukannya prakualifikasi WHO adalah untuk meningkatkan persaingan dan mengurangi harga obat-obatan.

WHO juga akan meninjau Pedoman 2009 tentang Evaluasi Produk Biotherapeutic dan yang serupa untuk memastikan bahwa panduan WHO terhadap otoritas Nasional mencerminkan bukti dan pengalaman terkini.

baca juga: Ini Daftar 50 Negara Kasus Infeksi Tertinggi Corona, Indonesia Posisi 26

Peningkatan penggunaan biosimilar juga akan mengharuskan pasien dan dokter mereka untuk memahami dan percaya bahwa manfaat dari jenis obat ini secara substansial dengan minim resiko.

Selain itu, WHO akan menganjurkan harga yang lebih adil untuk semua biotherapeutics untuk memastikan bahwa perawatan ini benar-benar dapat bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Ini akan mencakup dukungan ke negara-negara lain untuk mengembangkan strategi penetapan harga yang meningkatkan pasar untuk memberikan perawatan kepada pasien, menabung kepada pembayar dan insentif kepada produsen untuk terus memproduksi obat-obatan yang dibutuhkan. (khadijah)

Penulis: Eko Fajri