Bencana Limapuluh Kota: Semen Padang Peduli Jadi Rombongan Pertama Sampai di Gelugur

Semen padang Peduli foto bersama dengan anak-anak dan sejumlah masyarakat Nagari Gelugur
Semen padang Peduli foto bersama dengan anak-anak dan sejumlah masyarakat Nagari Gelugur (Istimewa)

Empat hari pasca-bencana banjir dan longsor di Limpuluh Kota, PT Semen Padang melalui Semen Padang Peduli mendatangi Nagari Gelugur, Kecamatan Kapur IX untuk mendistribusikan bantuan sembako. Untuk sampai ke daerah paling ujung di Limapuluh Kota itu, rombongan semen Padang Peduli terpaksa harus melewati medan jalan yang sulit dilalui.

Laporan Riki Suardi

baca juga: Menparekraf RI Sandiaga Uno Sambangi Desa Wisata Kreatif Saribu Rumah Gonjong di Lima Puluh Kota

Cuaca di Limapuluh Kota , tepatnya di Kecamatan Pangkalan Koto Baru, cukup bersahabat pada Rabu, (8/3) pagi sekitar pukul 08.30 WIB. Sinar matahari yang mulai menyengat, seketika langsung membakar semangat rombongan Semen Padang Peduli untuk mendistribusikan bantuan ke Nagari Gelugur.

Setengah jam kemudian, rombongan yang terdiri dari Tim Reaksi Cepat, Trabas dan CSR perusahaan kebanggaan "urang awak" itu, langsung tancap gas menuju Kecamatan Kapur IX menggunakan dua unit mobil 4WD, dan satu tim trabas. Setiba di sana, rombongan disambut camat dan danramil daerah setempat.

baca juga: Andre Rosiade Bagikan Nasi Bungkus untuk Korban Banjir di Padang

Setelah berdialog panjang lebar dengan aparat dan pihak pemerintahan Kecamatan Kapur IX, rombongan kemudian mendirikan posko. Setelah itu, bersama camat, danramil, serta rombongan Kasat Brimob Polda Sumbar yang datang belakangan menggunakan motor trabas, rombongan Semen Padang Peduli kemudian meneruskan perjalanannya ke Nagari Gelugur.

Perjalanan ke Gelugur memakan waktu hingga sekitar 2,5 jam dengan jarak tempuh sekitar 40 Km dari pusat Kecamatan Kapur IX di Muara Paeti. Selain jalan tanah yang berlumpur, lamanya perjalanan ke Gelugur juga disebabkan oleh adanya beberapa ruas jalan tertimbun longsor .

baca juga: Hujan Badai Terjang Sumbar, PLN Sumbar Sigap Atasi Gangguan Padam

Tidak hanya itu. Beberapa ruas jalan yang terban juga membuat laju kecepatan kendaraan rombongan berkurang, karena pengemudi kendaraan harus ekstra hati-hati melewati sisa badan jalan yang terban. Jika tidak, maka kendaraan akan tergelincir ke jurang yang dalamnya mencapai 10 meter lebih.

Parahnya lagi ketika rombongan melewati Jorong Batu Sampit. Di sana, seluruh badan jalan putus sepanjang kurang lebih lima meter, sehingga tidak bisa dilalui kendaraan apapun. Kendati demikian, rombongan tidak patah arah. Rombongan kemudian membuka jalan baru yang masih berada di kawasan jalan putus tersebut.

baca juga: Audy Serahkan Bantuan untuk Warga Terdampak Banjir Padang

Sekitar setengah jam setelah melewati Jorong Batu Sampit, akhirnya rombongan Semen Padang Peduli bersama rombongan Brimob Polda Sumbar yang terdiri dari Kasat Brimob, Kombes Pol Tumpal Damayanus, dan sejumlah perwira brimob, sampailah di Nagari Gelugur, nagari paling ujung di Kecamatan Kapur IX.

Semen Padang Peduli Disambut dengan Tangis

Begitu rombongan memasuki pintu gerbang perkampungan Gelugur, tepatnya di Jorong Mongan, satu persatu masyarakat setempat langsung ke luar rumah. Beberapa dari mereka ada yang menagis karena bantuan sembako yang mereka harapkan akhirnya datang juga di kampung mereka. Karena sejak bencana banjir dan longsor , persedian bekal mereka mulai menipis. Bahkan, ada yang sudah kehabisan bekal.

Mereka yang kehabisan bekal, terpaksa harus pergi membeli persediaan bekal makanan ke kampung sebelah dengan berjalan kaki sejauh 30 Km lebih. Sebab, jalan menuju kampung sebelah, tepatnya di Nagari Sialang, tidak bisa dilalui kendaraan apapun. Menurut masyarakat setempat, rombongan Semen Padang Peduli merupakan yang pertama datang ke Nagari Gelugur pasca-banjir dan longsor terjadi.

"Bantuan dari Semen Padang ini merupakan yang pertama datang ke kampung kami. Kami sangat bersyukur sekali dengan adanya bantuan sembako ini. Kami sangat bangga dengan Semen Padang yang berjuang melewati buruknya medan jalan untuk sampai ke kampung kami," kata Camat Kapur IX, Andri Yasman didampingi Walinagari Gelugur, Syakban.

Ditambahkan Syakban, Nagari Gelugur merupakan salah satu daerah yang cukup parah terdampak bencana banjir dan longsor di Kecamatan Kapur IX. Selain Jorong Mongan yang terisolasi akibat bencana tersebut, tiga jorong lainnya di Gelugur juga dilanda bencana banjir . Ketiga jorong itu adalah Jorong Gelugur, Jorong Koto Tangah dan Jorong Tanjung Jajaran.

Meski tidak memakan korban jiwa, sebut Syakban, namun banjir yang melanda tiga jorong itu menyisakan lumpur sedalam mata kaki orang dewasa. Akibatnya, sejumlah fasilitas umum banyak yang digenangi lumpur. Di antaranya, dua unit bangunan sekolah dasar, satu unit bangunan SMP dan sejumlah masjid dan mushalla.

Selain fasilitas umum, dua unit rumah juga dilaporkan rusak berat, 10 rumah rusak sedang dan 50 unit rumah rusak ringan. Kerugian materil akibat bencana tersebut, mencapai Rp500 juta rupiah. "Kerugian materil ini juga disebabkan banyaknya kebun masyarakat seperti kebun jeruk, gambir, cabe dan pisang gagal panen akibat banjir ," terang Walinagari Gelugur.

Ia juga menuturkan bahwa di Nagari Gelugur, terdapat sekitar 900 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah jiwa sekitar 3.000. "Pada umumnya, masyarakat Gelugur bekerja sebagai peladang gambir, dan petani," bebernya.

Sementara itu, salah seorang rombongan Semen Padang Peduli, Ismail, mengaku bahwa dirinya sangat prihatin dan terharu begitu sampai di Jorong Mongan. "Apalagi begitu mengetahui bahwa beberapa masyarakat di sana, sudah kehabisan persedian bekal untuk dimakan," tuturnya. (*)

Penulis: Riki