Tol Padang-Pekanbaru, Komisaris Hutama Karya: Kami Seperti Menunggu Kelahiran

Komisaris PT Hutama Karya (Persero) Wahyu Muryadi saat saat diskusi di Hotel Inna Muara Padang, Kamis, 27 Februari 2020
Komisaris PT Hutama Karya (Persero) Wahyu Muryadi saat saat diskusi di Hotel Inna Muara Padang, Kamis, 27 Februari 2020 (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Pergerakan pembangunan tol Padang-Pekanbaru menjadi sorotan banyak pihak. Saat seksi lain terus berjalan sementara di seksi 1 Padang - Sicincin (sekarang Padang - Kapalo Hilalang) jalan di tempat. Bahkan untuk berjalan 5 kilometer saja luar biasa susahnya.

Hal itu disampaikan Komisaris PT Hutama Karya (Persero) Wahyu Muryadi saat menjadi narasumber dalam forum grup diskusi Win Win Solution "Upaya Percepatan Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru" yang diselenggarakan Langgam.id, Kamis, 27 Februari 2020 di Padang.

baca juga: Tiga Ruas Tol Siap Dioperasikan Saat Mudik Lebaran Tahun 2020

"Pembangunan di daerah lain terus bergerak sementara Sumbar tidak, untuk lima kilometer saja susah," ujarnya.

Bahkan, lanjutnya, minggu lalu Presiden Jokowi baru saja meninjau Pekanbaru Dumai akan di resmi April. Sudah hampir kelar. Apa masalah di Sumbar menjadi pertanyaan besar.

baca juga: Tol Padang-Pekanbaru, WALHI Sumbar dan Masyarakat Ingin Audiensi dengan Bupati Limapuluh Kota

"Kami ingin lebih banyak mendengar, apa masalahnya," ungkap Wahyu.

Bahkan dia menganalogikan, Hutama Karya seperti menunggu kelahiran. Menunggu dan terus menunggu.

baca juga: 450 Meter Tol Padang-Pekanbaru Seksi Padang - Sicincin Sudah Berwujud Jalan Tol

"Sekarang masih ranahnya Pemprov dan Pemkab soal pembebasan lahan, kami menunggu dan menunggu, kadang kayak menunggu kelahiran. Kapan ya?, kapan ya?," ujarnya.

Wahyu juga menyinggung pernyataan ganti untung dalam pembebasan lahan sangat keliru. Dia menilai pernyataan ini menimbulkan asumsi masyarakat mencari untung.

baca juga: Diperingati Presiden, Wagub Sumbar: Tol Padang-Pekanbaru Harus Tuntas 2024

"Ini bisa menjadi alasan masyarakat tidak mau memberikan lahan mereka. Saya juga mengajak media untuk invetigasi, masalahnya dimana sih, sehingga bisa diselesaikan dengan cepat," sebutnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit menegaskan, tol Padang-Pekanbaru harus jadi. Persoalan lahan akan segera diselesaikan, namun tentunya butuh kerja sama dengan masyarakat.

"Kita minta bantuan Ninik Mamak, Alim Ulama, dan Cadiek Pandai serta Pemuda, Bundo Kanduang, Perantau," ujarnya.

Menurutnya, pemerintah dalam hal ini tiap akan menyengsarakan masyarakat. Namun demikian jangan sampai ada provokator di tengah masyarakat untuk menolak tol .

"Kalau belum final jangan dulu dihoyak, mengopori masyarakat untuk menolak. Mari kita dukung bersama, sebab tol akan memberi dampak kepada perekonomian Sumbar," katanya. (*)

Editor: Joni Abdul Kasir