Usai Tusuk Suami Hingga Meninggal, Istri di Agam Ini Menyerahkan Diri ke Polsek

Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan saat Press Release kasus istri bunuh suami
Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan saat Press Release kasus istri bunuh suami (The Garin for Klikpositif)

AGAM , KLIKPOSITIF - Cemburu dan sakit hati menjadi penyebab S (62) nekat menusuk suaminya MD (65) hingga meninggal dunia.

Warga Jorong Lubuak Aluang, Nagari Bawan, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Agam -Sumbar dibuat geger atas kejadian tersebut, Jumat 21 Februari 2020 sekitar pukul 08.00 WIB.

baca juga: Pemkab Agam Kembali Perpanjang Masa Belajar di Rumah Hingga 20 Juni

Kapolres Agam AKBP Dwi Nur Setiawan mengatakan, setelah menusuk suaminya, S panik dan lari ke luar rumah. Saat itu S bertemu beberapa warga dan disarankan menyerahkan diri ke polisi.

"Tersangka menyerahkan diri ke Polsek IV Nagari dengan diantar ojek. Di polsek, tersangka mengakui semua perbuatannya," kata AKBP Dwi Nur Setiawan saat Press Release di Aula Wibisono Polres Agam , Sabtu 22 Februari 2020.

Kepada petugas, S mengaku menusuk suaminya dengan pisau dapur karena merasa sakit hati dan cemburu. Sebab, sang suami sering membandingkan dirinya dengan wanita lain.

baca juga: Bupati Agam Indra Catri Diperiksa Polda, Apa Kata Mulyadi?

"Mereka baru menikah 8 bulan. Hubungan keluarga ini tidak harmonis. Tersangka mengaku sering diancam akan diusir dari rumah," ujarnya.

Kapolres menceritakan, penusukan itu bermula saat MD meminta istrinya memijit. Ketika dipijit, MD membandingkan S dengan wanita lain yang sontak membuat S cemburu.

"Sakit hati, Spergi ke dapur dan mengambil sebilah pisau dan menusuk MD yang sedang terbaring di kasur," terangnya.

baca juga: Ini Riwayat Kontak dan Perjalanan Pelaut Positif COVID-19 di Agam

Sari adalah istri ke empat dari korban. Sedangkan MD suami ke tujuh tersangka. Mereka menikah secara siri sekitar 8 bulan yang lalu. Sejak saat itu, S tinggal di rumah MD.

Editor: Rezka Delpiera