Diserang Tikus, Puluhan Hektare Sawah di Pessel Terancam Gagal Panen

Ilustrasi areal sawah terserang hama di Pessel
Ilustrasi areal sawah terserang hama di Pessel (Kiki Julnasri/Klikpositif.com)

PESSEL , KLIKPOSITIF -- Puluhan hektare areal sawah di dua nagari di Kecamatan Batang Kapas Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat terancam gagal panen akibat diserang hama tikus.

Informasi yang diterima KLIKPOSITIF hama tikus ini terjadi di dua nagari, yakni Nagari Lubuk Nyiur IV Koto Mudiek dan Sungai Nyalo IV Koto Mudiek. Kondisinya menyerang padi, berumur dua bulan usai masa tanam.

baca juga: Pemerintah Akan Lanjutkan Pembenahan Infrastruktur Pendidikan di Politeknik Negeri Padang dan Kampus Lainnya

"Ini sudah terjadi sejak awal bulan ini. Rata-rata padi yang diserang hma adalah padi berusia 2 bulan atau saat padi baru tumbuh," ungkap Amril (40), salah seorang petani di Nagari Sungai Nyalo beberapa waktu lalu.

Kondisi serupa juga dirasakan Iwan (50) tahun, salah seorang petani di Nagari Lubuk Nyiur. Ia menyatakan, serangan hama tidak hanya terjadi saat ini saja. Akan tetapi, sudah terjadi sejak setahun terakhir.

baca juga: Kabar Baik, Bukittinggi Sudah 12 Hari Tanpa Tambahan Kasus COVID-19

"Awal tahun ini, juga seperti itu, Nyaris puluhan hektare area persawahan petani terancam gagal panen," katanya.

Ia berharap, kondisi ini bisa segera ada solusi dari pemerintah. Karena, dari setiap masa turun ke sawah, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) sangat jarang turun ke areal persawahan petani.

baca juga: Pemko Bukittinggi Perpanjang Pasar Sementara di Jalan Soekarno-Hatta

"Padahal, sebagian besar warga di sini menggantungkan ekonomi keluarganya pada sawah. Biasanya ada karet. Kini harga karet sangat anjlok," ujarnya.

Kepala Dinas Pertanian , Nuzirwan mengakui banyaknya serangan hama sejak satu tahun terakhir. Saat ini, petugas terus melakukan pendataan dan penanggulangan hama di sejumlah kecamatan.

baca juga: Disiplinkan Masyarakat Dengan Protokol COVID, Bupati Pessel: Camat dan Wali Nagari Harus Lebih Gencar

Bahkan, telah menyalurkan bantuan obat-obatan dan racun hama di beberapa kecamatan seperti Kecamatan Basa Ampek Balai Tapan. "Ya, petugas sudah turun ke sana," sebutnya.

Dari hasil pendataan lapangan, serangan tidak hanya dari hama tikus. Akan tetapi, juga wereng coklat dan kepinding tanah. Ketiganya merupakan musuh terberat petani saat ini.

Karena itu, jika ada serangan hama , ia meminta petani segera berkoirdinasi dengan para Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), sehingga bisa segera ditangani.

Selain itu, ia juga meminta petani mejaga kebersihan area sawah sebelum ditanami. Sebab, hama tikus sangat rentan terjadi pada sawah yang semak. "Karena memang, kalau lingkungan tidak bersih sangat rentan serang tikus. Apalagi varietas cisokan dan PB42," katanya.

Penulis: Kiki Julnasri | Editor: Ramadhani