Untuk Maju, Mindset Sumbar Harus Diubah

Dirut PT Semen Padang Yosviandri.
Dirut PT Semen Padang Yosviandri. (dok)

KLIKPOSITIF --Sumatera Barat harus maju, seirama dengan semakin majunya daerah sekitar. Untuk mempercepat hal itu, secara bersama-sama dan dengan kesadaran penuh, perubahan midset (pola pikir) harus dilakukan. Bacalah segala sesuatu itu dengan aura positif terlebih dahulu.

Ini terugkap dalam dialog santai antara Jaringan Pemred Sumbar (JPS), di Elf Coffee, Rabu (19/2) di Padang. Hadir dalam diskusi itu Komisaris PT Semen Padang Khairul Jasmi, jajaran perusahaan, dan anggota JPS.

baca juga: SPH Kini Jadi Salah Satu RS Rujukan Pasien yang Mampu Tampung Pasien COVID-19

Pemred Harian Haluan Rakhmatul Akbar membuka dialog mengatakan JPS wadah cair yang ingin mengangkat kegelisahan Sumbar diberbagai sektor. "Bertemu manajemen Semen Padang merupakan hal penting, karena siapa pun tahu selama ini PT Semen Padang termasuk tumpuan utama ekonomi Sumbar, "ujar Rakhmatul Akbar.

Kopi darat (kopdar) JPS dengan Dirut dan Komisaris PT SP dipandu oleh Kepala Unit Humas & Kesekretariatan PTSP Nur Anita Rahmawati. Ia menekankan pertemuannya bertajuk silaturahmi tapi sarat pencerahan untuk memberikan masukan kepada JPS sebelum FGD Series di Jakarta, Kamis-Sabtu ini.

baca juga: Bantu Atasi COVID-19, Semen Padang Berpartisipasi Aktif di Satgas Bencana Nasional BUMN Sumbar

Dirut PT SP Yosviandri mengawali paparan dengan menyentil anggapan PT Semen Padang sokuguru ekonomi Sumbar. "Kalau itu terus dikoarkan, justru membuat potensi yang lain Sumbar tidak tegarap padahal potensi itu banyak sebenarnya,"ujar Yosviandri.

Bahkan, katanya, dalam setiap kata tulisan di medsos atau WAG mestinya jangan diputus dulu sebelum selesai, karena ketika sesuatu sudah viral, sementara substansinya datang belakangan, susah mengembalikan ke fakta sebenarnya.

baca juga: Di Tengah Pandemi COVID-19, Ini Kiat Admisi Cantik Ini Layani Pasien

Bahkan pro kontra Pertumbuhan Ekonomi Sumbar 7 persen bukan sesuatu yang sulit. "Terpenting mau dan semua stakeholder satu visi, jangan belum apa-apa dibully, untuk menumbuhkan PE 7 persen mindset Minangkabau harus kita usahakan bersama untuk mengubahnya, jika tidak maka makin kedepan bisa saja Sumbar semakin tergilas oleh kemajuan zaman,"ujar Yosviandri.

Yosviandri menekankan begitu sudah keputusan maka itu harus dijalankan, berapa pun berat dibully atau dicerca media sosial. "Kita harus paham dari segi geografis memang Sumbar kurang menguntungkan buat investasi, tapi hal itu tertolak oleh PT Semen Padang karena dijadikan tantangan, terbukti semen sebagai industri besar tetap survive dan beri keuntungan, karena mampu mengembangkan networking dan bisnis turunan selain produksi semen tok,"ujar Yosviandri.

baca juga: Solusi Bangun Andalas Berikan Bantuan Minuman Multivitamin untuk Tenaga Medis di RSU Zainoel Abidin

Akademisi Unand Ilham Aldelano Azre menilai kekinian dengan market pasar di Sumbar hanya 10 persen dari total produksi, jadi holding Semen Indonesia adalah pilihan cerdas yang diambil manajemen PT Semen Padang.

"Bertahan dengan kemandirian seperti minta spin off manajemen, jika itu dilakukan maka PT Semen Padang mundur seperti di era tahun kebangkitan PT Semen Padang yakni 1958 lalu," ujar Azre biasa dosen FISIP Unand disapa wartawan di Padang. Pasar akan diserbu, sedangSemen Padang sedang sendirian di tengah ladang perburuan. Jika sekarang, kata Azre, kompak bersama grup Semen Indonesia.

Sementara owner tribunsumbar.com Adrian Toaik mengatakan ephoria masa keemasan pasar semen di Sumbar sudah lewat, sehingga itu keinginan PTSP pisah dari holding Semen Indonesia sebaiknya disimpan saja.

"Pabrikan besar dunia dan regional justru mempergencar networking dan memperluas pasar, kalau Semen Padang spin off manajemen, apa nggak rugi nantinya, pasal lokal Sumbar sudah stag,"ujar Adrian.

Yosviandri menekan PT Semen Padang tetap memiliki koor bisnis mengikuti market global. "Etentitas bisnis tetap kita pertahankan dengan tidak meninggalkan aura Semen Padang sebagai pabrik tertua di Asia Tenggara yakni 1910, tapi pasar modern tentu mengikuti trend yang digariskan PT Semen Indonesia," ujarnya.

Bagi PT Semen Padang kesatuan visi dalam mengemban amanat tugas menjadi indikator produksi dan punya share market yang luas sangat dibutuhkan. "Kita siap dikritik untuk konstruktif dan kami percaya media di Sumbar bisa menyampaikan sesuatu itu dengan 'tabayun' dulu sebelum menshare ke ranah pembaca,"ujar Yosviandri.

Jalan Tol Itu Penting

Menurut Yosviandri, jalan tol Padang-Pekanbaru harus dibangun. "Jalan tol Sumatera pasti dibangun, seperti sirip ikan akan jadi katalisator pertumbuhan ekonomi dan sekaligus kesejahteraan rakyat di sekitarnya. Sekarang pola distribusi orang dan barang menyebar, maka tol akan mengubahnya menjadi linier dan cepat," kata Yosviandri, yang didampingi Kepala Departemen Komunikasi Perusahaan, Oktoweri.

Menurut dia, PT Semen Padang sekarang sedang menerima daftar permintaan semen untuk Bengkulu, sementara untuk Sumbar masih belum. Kelak, tol Sumatera akan membujur di punggung bukit barisan bagai tulang ikan, kemudian akan ada sirip-siripnya ke kota-kota di barat dan di timur pulau. Sekarang, PT Semen Padang jika hendak mengirim klinker ke Dumai, maka harus dengan kapal lewat ke ujung Sumatera di Aceh atau ke Lampung, baru kemudian berbelok ke arah Riau.

Tak hanya itu, distribusi kebutuhan harian provinsi-provinsi di Sumatera Tengah didatangkan dari Sumbar, dengan melewati jalur yang sempit, mendaki, berliku. "Ini berbiaya mahal," katanya. Tak hanya mahal, tapi para sopir truk bersabung nyawa di jalan. "Sepertinya sepele tapi nyawa sopir itu, yang bisa ribuan itu, harus dihargai, sebab beliau-beliau itulah pahlawan ekonomi," kata Yosviandri.

Di Sumatera telah dan akan dibangun tol sepanjang 2.704 Km terbagi 24 ruas, prioritas 1.480 Km. Pemerintah mempercayakan pada Hutama Karya. Untuk itu butuh dana Rp250,5 triliun. (*)

Editor: Pundi F Akbar