Nasrul Abit: Membangun Daerah Tidak Butuh 'Gadang Ota' Tapi Bukti dan Kerja Nyata

Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul
Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir)

PADANG, KLIKPOSITIF - Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit menyampaikan, membangun daerah harus dibuktikan dengan kerja nyata. Tak perlu banyak bicara atau Gadang Ota dalam bahasa Minangkabau.

"Dalam membangun daerah tidak butuh banyak bicara, tetapi dibuktikan dengan kerja nyata," ujarnya, Kamis, 20 Februari 2020.

baca juga: Bukittinggi Mengaku Siap Jadi Percontohan Awal New Normal di Sumbar

Menurutnya, masyarakat sudah sangat cerdas dalam menilai suatu pemerintahan termasuk kerja nyata dari pemimpin daerah. Semakin banyak bicara tanpa bukti, masyarakat akan semakin tidak simpati terhadap pemimpin.

"Sekarang serba transparan, masyarakat tahu apa yang kita perbuat. Mereka menilai dan mendapatkan informasi setiap hari, informasi itu terus mereka perbaharui. Apa yang kita bangun masyarakat tahu," katanya.

baca juga: Nasrul Abit: Berdamai dengan Corona Tanpa Menghilangkan Protokol Kesehatan

Dilanjutkan, kemajuan pembangunan daerah tidak bisa lepas dari keharmonisan hubungan antar pemerintahan dengan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), lembaga dan instansi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

"Harmonisasi kepala daerah dan wakilnya juga menjadi faktor kemajuan pembangunan di daerah," jelasnya.

baca juga: Wagub Sumbar Cegat Kendaraan di Perbatasan Sumbar - Riau

Menurut, jika kepala daerah harmonis pembangunan akan lancar, tak hanya itu, semua urusan pemerintahan juga lancar.

"Tapi kalau kepala daerah dengan wakilnya dan DPRD gaduh maka masyarakat juga akan terpecah," ulas Nasrul Abit .

baca juga: Banyak Polemik dari Bantuan Corona, Pemprov Sumbar Turunkan Inspektorat ke Pessel

Wagub Nasrul Abit juga menyinggung terkait keamanan dan ketertiban pada penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah serentak 2020, agar setiap komponen daerah tidak terpengaruh isu-isu hoaks yang memecah belah kesatuan Indonesia.

Setiap masyarakat diharapkan mengunakan hak pilih dan dipilih dengan cara yang benar dan baik. Silahkan berbeda pilihan akan tetapi utamakan persatuan dan kesatuan bangsa dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). (*)

Editor: Joni Abdul Kasir