Purus akan Jadi Lokasi Wisata, Nelayan akan Dipindahkan

Kapal nelan sandar di Pantai Muaro Padang
Kapal nelan sandar di Pantai Muaro Padang (Halbert Caniago)

PADANG , KLIKPOSITIF - Anggota DPRD Sumbar, Desrio Putra ikut menghadiri rapat koordinasi pembangunan (Rakorbang) tingkat keluharan di Purus, Senin 10 Februari 2020.

Hadirnya anggota Komisi IV DPRD Sumbar untuk melanjutkan reses yang telah dilakukan di Purus beberapa waktu lalu.

baca juga: Pemko Padang Bahas Perumda untuk Kelola Pasar Raya

"Saya hadir di sini karena diundang oleh lurah, dan pemuka masyarakat. Sebelumnya kita sudah melakukan reses di Purus. Jadi kita mengikuti proses penampung usulan seluruh RW Rakorbang," ujarnya.

Ia mengatakan, setelah finish dari rakorbang ini, nantinya akan membuahkan hasil beberapa usulan prioritas. Dari usulan ini nantinya, apabila Pemko Padang tidak ada mempunyai anggaran dari usulan rakorbang ini, nantinya pihaknya akan memperjuangkan anggaran provinsi.

baca juga: Pantai Air Manis Kini Dikelola Perusahaan Umum Daerah

"Nanti kita perjuangkan, baik itu dari pokir maupun dari OPD," lanjutnya.

Selain itu, pihaknya juga meminta kepada anggota DPRD Padang , agar juga bisa mengawal dan menggiring harapan masyarakat melalui rakorbang kelurahan ini.

baca juga: Perekonomian Kota Padang Merosot Selama Pandemi

"Nanti ada keputusan final dari rakorbang kelurahan, apa saja yang menjadi skala prioritas dari usulan masyarakat. Saya juga meminta kepada anggota DPRD Padang dari Fraksi Gerindra, agar bisa mengawal dan menggiring harapan masyarakat Purus," sambungnya.

Ia mengatakan, dari beberapa usulan yang masuk ke rakorbang ini, ada kelompok nelayan yang membutuhkan 76 kapal. Namun, dari kesanggupan Pemko Padang hanya bisa membantu sepuluh kapal.

baca juga: Pemko Padang Terima Bantuan Alat Penghancur Limbah dari Organisasi Masyarakat Tionghoa

"Nanti kita akan support melalui APBD Provinsi Sumbar. Kalau ada peluang ke APBN, nanti kita usulkannya," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang Ketua RT di Purus, Fajar, mengatakan, selama rakorbang yang telah berjalan di tingkat kelurahan, baru kali ini hadir anggota DPRD Sumbar, yang mengawal rakorbang ini.

"Sebelumnya tidak pernah hadir anggota DPRD Sumbar, baru bapak Desrio yang hadir. Kami berharap, dengan hadirnya anggota DPRD Sumbar, bisa memberikan solusi pada persoalan masyarakat Purus ini," kata dia.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Padang , Guswardi, mengatakan, Purus ini merupakan daerah nelayan , namun saat ini akan menjadi lokasi pariwisata. Dengan berubahnya, daerah ini, adanya kapal yang bersandar di bibir pantai menjadi penghalang pandangan wisatawan.

"Solusinya nanti, kami akan memindahkan nelayan ini ke bawah jembatan Purus. Untuk itu, mereka membutuhkan kapal baru dan mesin yang baru juga," kata Guswardi.

Ia mengatakan, saat ini mesin dan kapal milik nelayan tidak bisa menembus arus dari laut ke banjir kanal. Dengan begitu, kapal-kapal milik nelayan dan mesinnya mesti diganti.

"Untuk itu kami membutuhkan anggaran yang lebih besar. Saat ini anggaran APBD kota tidak bisa untuk menunjang itu. Ke depan kita akan mengusulkan ke Pemprov Sumbar maupun pusat, karena itu anggarannya diperkirakan lebih dari Rp5 miliar," ujar Guswardi.

Menurutnya, jumlah nelayan di Padang berjumlah 76 orang. Dengan begitu membutuhkan 76 kapal berikut dengan mesin baru. Jumlah itu terdiri dari tiga kelompok nelayan yang ada di Purus.

"Dengan hadirnya anggota dewan ini sangat membantu kami. Karena nanti saat kami melakukan pembahasan, anggota dewan ini akan membantu di provinsi maupun di kota," katanya.

Dikatakan, anggota DPRD mempunyai dana pokir dan juga pengesah anggaran. Dengan begitu, hadirnya anggota DPRD bisa membantu persoalan masyarakat Purus.

"Saya sangat berterima kasih dengan kehadiran beliau di sini. Karena akan membantu kami," tutupnya.

Penulis: Halbert Caniago | Editor: Haswandi