Rahmad: Jagung Sumbar Berpeluang Diekspor ke Malaysia

Ketua Umum Mappindo saat panen pertama uji coba penanaman pertanian jagung di Nagari VII Koto Talago, Limapuluh Kota.
Ketua Umum Mappindo saat panen pertama uji coba penanaman pertanian jagung di Nagari VII Koto Talago, Limapuluh Kota. (Ist)

KLIKPOSITIF -- Ketua Umum Masyarakat Peduli Petani Indonesia (Mappindo) Muhammad Rahmad optimistis Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat bisa menjadi sentra penghasil jagung untuk wilayah barat Indonesia.

"Dengan lahan yang dimiliki oleh Kabupaten Limapuluh Kota saat ini, saya optimis daerah ini bisa menjadi daerah pusat penghasil jagung untuk di wilayah barat Indonesia," kata Rahmad di Sarilamak saat panen uji coba pertanian jagung.

Hal itu, kata dia, bukan hanya angan semata, sebab salah satu hasil uji coba penanaman jagung di kelompok tani Paluang Saiyo Nagari VII Koto Talago, Limapuluh Kota melimpah, yakni 12,6 ton untuk satu hektare.

Baca Juga

"Hasil bersihnya panen kali ini mencapai 12,6 ton untuk satu hektare lahan pertanian. Ini jumlah yang jauh dari biasanya," ujarnya.

Sebab, menurutnya rata-rata untuk panen jagung per satu hektare nya hanya 6,5 ton. Panen yang melimpah kali ini tidak terlepas dari keteguhan hati dan ketangguhan petani di daerah ini.

"Mereka menanam jagung pada musim kemarau panjang dan air kurang. Tapi mereka percaya dan bekerja dengan sungguh dan pantang menyerah," sebutnya.

Bahkan, katanya, panen kali ini lebih tinggi dari rataan panen jagung di Gorontalo yang merupakan episentrum penanaman jagung di wilayah timur dan telah melakukan ekspor ke Filipina.

"Gorontalo bisa menghasilkan 9 ton satu hektare sedangkan kali ini bisa 12,5 untuk satu hektare. Bayangkan kalau ini kita kembangkan," ujarnya.

Untuk Kabupaten Limapuluh Kota, kata Rahmad, ada 62 ribu hektare yang terlantar dan bisa untuk menjadi lahan pertanian jagung.

"Jika dihitung itu, kita dapat menghasilkan 1,8 juta ton setiap tahunnya. Dan Gorontalo targetnya tahun ini 1,7 ton. Kalau kita serius, kita dapat melebihi Gorontalo," kata dia.

Sedangkan untuk penjualan sendiri, Rahmad mengincar bisa mengekspor hasil panen jagung ke Malaysia. Selain dari daerah yang dekat, kebutuhan dan harga jagung di Malaysia lebih tinggi dari Indonesia.

"Kebutuhan Malaysia itu 3 juta ton setiap tahunnya. Di indonesia harga jagung Rp3,6 juta sampai Rp3,8 juta per ton, sedangkan di Malaysia mencapai Rp7,2 juta per ton," ujarnya.

Baca Juga

Editor: Pundi F Akbar

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com