Market Bencana, Sumbar Butuh Kajian Hitung Cepat Pasca Bencana

Pejabat BPBD Sumbar foto bersama Wartawan
Pejabat BPBD Sumbar foto bersama Wartawan (KLIKPOSITIF/Joni Abdul Kasir )

PADANG, KLIKPOSITIF - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Sumatera Barat (BPBD Sumbar) menyelenggarakan Bimbingan Teknis Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) bagi Jurnalis Media Informasi Cetak dan Elektronik Provinsi Sumatera Barat di Bukittinggi dari 30 Oktober hingga 2 November 2019.

Bimtek diikuti oleh 90 pewarta dari berbagai media itu dalam rangka Fasilitasi Penyusunan Rencana Aksi (Ranaksi) Rehabilitasi dan Rekontruksi Pascabencana.

Kalaksa BPBD Sumbar Erman Rahman menyampaikan, Bimtek diselenggarakan untuk memberikan pemahaman kepada wartawan bagaimana cara mengkaji kebutuhan pascabencana dan penyusunan persyaratan dan dokumen rehabilitasi dan rekontruksi pascabencana secara cepat, tepat dan terpadu sehingga memenuhi persyaratan untuk mendapatkan bantuan dari BNPB.

Baca Juga

"Dalam penyusunan Jitu Pasna membutuhkan data yang akurat, untuk itu bantuan dari rekan wartawan sangat dibutuhkan. Inilah salah satu yang mendasari kegiatan ini diadakan," ujarnya Rabu malam (30/10) saat pembukaan Bimtek Jitu Pasna di Rocky Hotel Bukittinggi.

Erman Rahman menjelaskan, rehabilitasi dan rekonstruksi merupakan upaya yang dilakukan dalam rangka penanggulangan bencana pada tahap pascabencana yang dalam pelaksanaannya harus selaras dengan rencana pembangunan, baik ditingkat daerah maupun nasional. 

"Apalagi dengan kondisi Sumbar yang menjadi market bencana mulai dari banjir, longsor, abrasi, gempa bumi hingga tsunami. Sementara, keuangan daerah terbatas dalam penanganan pasca bencana jika sewaktu-waktu terjadi bencana diatas. Maka perlu penyusunan yang matang dan dilengkapi data," katanya.

Diterangkannya, Jitu Pasna adalah suatu rangkaian kegiatan pengkajian dan penilaian akibat, analisis dampak dan perkiraan kebutuhan yang menjadi dasar bagi penyusunan renaksi rehabilitasi dan rekonstruksi.

Dilanjutkan Erman, pengkajian dan penilaian meliputi identifikasi dan perhitungan kerusakan dan kerugian fisik dan non fisik yang menyangkut aspek pembangunan manusia, perumahan atau pemukiman, infrastruktur, ekonomi, sosial dan lintas sektor.

Kemudian, analisis dampak melibatkan tinjauan keterkaitan dan nilai agregat dari akibat-akibat bencana dan impilkasi umumnya terhadap aspek-aspek fisik dan lingkungan, perekonomian, psikososial, budaya, politik dan tata pemerintahan. Guna mendukung terwujudnya itu semua membutuhkan sumber daya manusia yang mampu melaksanakan pengkajian kebutuhan pascabencana secara cepat, tepat dan terpadu.

"Sehubungan dengan itu perlu adanya transfer pengetahuan tentang mekanisme pengkajian kebutuhan pascabencana melalui bimbingan teknis Jitu Pasna ini. Sehingga ada keselarasan dari berbagai pihak termasuk media," ungkapnya.

Tidak itu saja, media berperan dalam rehabilitasi dan rekonstruksi serta mengembalikan kondisi masyarakat yang terdapak bencana kepada kondisi semula atau lebih baik dari sebelumnya.

"Kami berharap bantuan kawan-kawan wartawan. Selama ini kami sangat terbantu dengan pemberitaan, memberikan informasi kepada masyarakat terkait bencana . Semoga kedepannya kerja sama ini lebih baik lagi," tukasnya. (*)

Baca Juga

Penulis: Joni Abdul Kasir

Video Terbaru

Kakek yang Viral Beli Obat dengan Uang Mainan Akan Segera Umrah

YouTube channel KlikPositif.com